EVENT NEWS UPDATE RACE SEPEDA

Fiona Kolbinger, Kisah Newbie yang Menjuarai Transcontinental Bike Race

6 Agustus 2019 jam 7:48 waktu lokal di Brest, Perancis, atau 12:48 WIB, seorang gadis berumur 24 tahun membuat sejarah menjuarai Transcontinental Bike Race dengan bersepeda selama 10 hari 2 jam 48 menit dari Burgas, Bulgaria. Perjalanan 3.600 kilometer ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti lomba unsupported ultracycling, sebutan untuk lomba sepeda dengan jarak sangat jauh, tanpa dibatasi oleh etape.

Tidak banyak yang mengenal Fiona sebelum start di Burgas, Bulgaria tanggal 27 Juli 2019 lalu. Namanya tenggelam di antara 250 peserta termasuk 40 peserta wanita lain. Mesin pencari hanya menunjukkan ia sebagai mahasiswa kedoketeran Pediatrik Onkologi (kanker anak) di Pusat Penelitian Kanker Jerman. Tentu saja hasil pencarian yang dilakukan saat ini akan menunjukkan hasil yang berbeda.

Nama Fiona mulai diperhatikan para dotwatcher, sebutan penonton event ultracycling, saat Bjorn Lenhard, salah satu favorit juara, mundur dari lomba. Selepas Titik Kontrol 2 di Vranjska Banja, Serbia, Fiona berada di posisi dua di belakang favorit juara berikutnya, Jonathan Rankin. Fiona mungkin masih dianggap “anak bawang” jika Bjorn tidak mengungkapkan bahwa Fiona sering latihan bersamanya di Dresden, Jerman, dan Bjorn memfavoritkan Fiona untuk menjuarai lomba ini.

Transcontinental Bike Race adalah lomba ultracycling melintasi benua Eropa yang digagas almarhum Mike Hall setelah ia memenangkan World Cycle Race, balap sepeda mengelilingi dunia tahun 2012 dan Tour Divide tahun 2013. Para pembalap lomba ultracycling harus melakukan perjalanan secara mandiri, dukungan yang didapat dari luar hanya barang atau jasa yang bisa didapatkan secara komersial. Demikian pula dengan drafting. Penggemar yang ingin ikut bersepeda bersama peserta tidak boleh berada di depan pembalap. Begitu pula untuk menyaksikan lomba.

Siaran seperti lomba jenis tour adalah hal yang mustahil. Penggemar dapat menyaksikan apa yang pembalap lakukan melalui sosial media, baik pembalap atau panitia. Untuk mengetahui posisi pembalap digunakan tracking GPS yang tersedia di web panitia, yang melahirkan istilah dotwatching.

Start edisi ke 7 Transcontinental Bike Race dilakukan di Burgas, kota di pantai Laut Hitam Bulgaria. Pembalap menempuh jarak antara 3.600 hingga 4.000 kilometer menuju Brest, Perancis kota di Samudera Atlantik. Dalam perjalanan mereka harus melalui 4 titik kontrol yaitu di Burgas dan Buzludzha di Bulgaria, Vranzka Banja di Serbia, Passo Gardena di Italia, hingga Alpe d’Huez dan finish di Brest, Perancis. Selain titik kontrol, terdapat rute yang wajib dilalui di sekitar titik kontrol tersebut, sehingga edisi ini menyajikan lebih banyak rute dengan permukaan gravel dibanding edisi sebelumnya.

40 peserta wanita Transcontinental Bike Race No7 di antara 250 peserta

Fiona adalah wanita pertama yang menjuarai lomba Transcontinental. Dari 7 kali lomba diadakan, Fiona memang juara wanita pertama, tapi dunia ultra cycling telah mengenal banyak wanita dengan prestasi yang melampaui rekan prianya. Sebelumnya Lael Wilcox menjuarai Trans Am Bike Race tahun 2016. Prestasi mengagumkan juga diraih pembalap Australia Sarah Hammond yang mendominasi 3 kali penyelenggaraan Race to The Rock, lomba ultra cycling dengan finish di Ayers Rock Australia sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2016 hingga seri tahun 2018 lalu. Sarah bahkan menjadi satu-satunya finisher di tahun pertama penyelenggaraan.

0 comments on “Fiona Kolbinger, Kisah Newbie yang Menjuarai Transcontinental Bike Race

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: