ARSITEKTUR FURNITURE PRODUK

Mengenal Komposit Kayu-Plastik

Umumnya dikenal dengan nama wood plastic composite (WPC). Sederhananya adalah material yang dibuat dari campuran plastik dan kayu. Ya, plastik yg bersifat sintetis dan kayu yang bersifat organik dicampur, diproses sedemikian rupa sehingga menjadi material komposit.

Menggunakan istilah lain, salah satu manufaktur WPC terbesar di Indonesia, Destination Green menyebut material komposit tersebut dengan nama Teak Polymer Composite (TPC). Dengan prinsip yang sama, TPC juga menggunakan bahan dasar serbuk kayu organik, terutama kayu jati untuk diolah bersama polymer (termasuk dalam senyawa plastik) menjadi material baru yang lebih punya banyak kelebihan dibanding kayu natural itu sendiri.

WPC/TPC adalah material alternatif pengganti kayu masa kini. Beberapa alasan mengapa diproduksi komposit ini adalah karena semakin meningkatnya eksploitasi penggunaan kayu. Membuat industri membuat alternatif material untuk menekan penebangan kayu, dan mulai melestarikan kayu. Hebatnya, perusahaan seperti Destination Green memanfaatkan material limbah baik dari industri mebel/pengolahan kayu maupun dari industri plastik. Menerapkan prinsip Re-use, Reduce, dan program sustainability. Menarik kan?

Teak Polymer Composite menggunakan komposisi 60% serbuk jati, 30% HDPE dan 10% zat aditif.

Komposisi dalam TPC

Dalam kesempatan penjelasan yang disampaikan Andre selaku product manager dari Destination Green, TPC kurang lebih memiliki komposisi 60% serbuk jati, 30% High Density Polyethylene, dan 10% zat aditif.

  • Di dalam zat aditif ada bahan seperti penguat pigment untuk menambahkan atau memperkuat warna. Produk TPC biasanya tetap mempertahankan looks seperti kayu natural, touch and feel yang benar-benar seperti kayu.
  • Kemudian ada zat anti UV supaya bisa mempertahankan warna jika terpapar sinar matahari terus menerus. Perlu diketahui material TPC juga banyak digunakan untuk keperluan outdoor karena menjadi diferensiasi dibanding kayu natural yaitu TPC lebih tahan terhadap cuaca.
  • Anti-absorb supaya tahan terhadap air.
  • Lubricant untuk melapisi pada bagian tertentu supaya permukaan lebih licin.

Sifat TPC

Ada sifat negatif dari TPC, yakni memungkinkan terjadi ekspansi (memuai dan menyusut) pada bidang terut jika terpapar sinar matahari yang membuat suhu bertambah. Perkiraan bidang akan memuai maksimal 5mm namun akan menyusut ke ukuran semula saat suhu udara menurun.

Pemudaran warna juga memungkinkan terjadi, terutama pilihan produk yang berwarna gelap karena lebih mudah menyerap panas. Namun efek negatif ini sudah diantisipasi dengan ditambahkannya zat anti UV.

Pilihan Warna

Secara teknis, produsen WPC/TPC bisa memproduksi warna dan corak yang tak terbatas. Namun setiap manufaktur biasanya hanya menyediakan beberapa pilihan stok warna. Sebagai consumer, Brader bisa membandingkan dengan beberapa produsen lain.

Kelebihan WPC/TPC

  • TPC bisa didaur ulang idealnya tak lebih dari 7x untuk fungsi dan kualitas produk yang serupa. Bagi konsumen merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan karena menggunakan recycled material. Bagi industri tentunya meningkatkan efisiensi dan mengurangi penebangan hutan.
  • Dalam aplikasinya, TPC bisa diproduksi dengan berbagai macam ukuran panel berbeda dan memungkinkan untuk kustom.
  • Bisa digunakan untuk di dalam dan di luar rumah, tahan terhadap cuaca, kelembaban, dan suhu.
  • Tidak berjamur dan tahan terhadap rayap.
  • Secara looks tampil seperti material natural.

Kekurangan WPC/TPC

  • Memungkinkan terjadi pemuaian. Namun manufaktur memiliki guideline dalam instalasi untuk menghindari dampak negatif.

Produk WPC/TPC

WPC/TPC bisa diaplikasikan dalam bentuk produk yang sangat beragam. Namun dalam dunia interior/exterior design produk yang banyak digunakan seperti decking, click tiles, cladding, building materials, dan beragam furniture yang tak terbatas.

foto: Destination Green

Informasi produk/brand: Destination Green, Kayu Asri , Virobuild

0 comments on “Mengenal Komposit Kayu-Plastik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: