SUSPENSI BELAKANG SEPEDA BAGIAN II

Menyambung bagian I yang bikin Brader sedikit tahu tentang model suspensi belakang sepeda gunung, Braderian kali ini sedikit mengulas tentang gaya (force) yang bekerja terhadap suspensi belakang sepeda gunung. Gaya inilah yang harus diatasi oleh sistem suspensi sepeda gunung.

Gaya pertama yang mempengaruhi suspensi adalah gaya akibat transfer massa (mass transfer). Brader bisa perhatikan saat kendaraan berakselerasi, secara umum suspensi depan terangkat dan menekan suspensi belakang. Fenomena ini terjadi akibat kelembaman (Inggris: inertia), atau kecenderungan benda untuk menolak perubahan terhadap keadaan geraknya. Pusat akselerasi sepeda berada di as belakang sepeda, tempat putaran pedal Brader berubah menjadi gerak maju. Pusat massa sepeda dan pengendaranya yang lebih tinggi dari pusat akselerasi membuat momen yang menekan suspensi belakang saat berakselerasi.

Tekanan suspensi seperti ini lebih bisa ditoleransi pada kendaraan bermotor dari pada di sepeda gunung. Suspensi belakang yang tertekan merubah geometri sepeda, membuat sepeda tidak nyaman dikayuh dan mengurangi tenaga Brader. Untuk mengurangi efek tersebut desainer suspensi mendesain efek anti squat yang biasanya menggunakan tarikan rantai saat Brader mengayuh sepeda. Efek sampingnya adalah pedal kickback yaitu tekanan balik pedal saat suspensi bergerak menyerap getaran.

Trek seri 9000. Poros yang tinggi digunakan untuk mendapatkan efek anti squat

Selain akselerasi, pengereman pun mempunyai efek yang serupa. Saat mengerem, titik pusat pengereman berada di as depan. Momen akibat kelembaman dari kecepatan yang berkurang mengangkat suspensi belakang. Desainer suspensi harus memasukkan unsur anti rise untuk mengurangi fenomena nungging saat pengereman. Selain mendesain link dengan tepat, beberapa sepeda suspensi awal seperti Foes dan komponen aftermarket Brake Therapy memasang brake link di sepeda single pivot sehingga tekanan rem tidak mengangkat suspensi belakang, dan sedikit memberi efek anti rise.

Brake Link untuk meningkatkan anti rise suspensi belakang

Gaya lain yang bekerja di suspensi adalah gerak pedalling. Pedalling dan perubahan bebannya (pedalling bob) hanya terjadi pada kendaraan yang ditenagai kayuhan pedal. Berbeda dengan getaran mesin yang ada di kisaran ribuan kali per menit, umumnya kayuhan sepeda hanya dalam kisaran puluhan kali per menit. Desainer sepeda mengatasi pedalling bob ini dengan berbagai cara, mendesain pedalling kickback, desain linkage, dan progresivitas shock breaker adalah pendekatan yang umum dilakukan desainer suspensi. Pendekatan lain yang mungkin tidak Brader rasakan adalah perubahan pedalling style yang “dipaksakan” produsen sepeda untuk mengakomodir sistem suspensi.

Sejenak bandingkan sepeda gunung dari satu atau dua dekade lampau dengan sepeda modern. Secara umum sepeda modern memiliki gir yang lebih rendah, stang yang lebih lebar, top tube yang lebih panjang diikuti dengan stem yang lebih pendek. Secara tidak sadar, Brader dipaksa mengayuh sepeda dengan putaran yang lebih cepat dan posisi inti badan (core) yang lebih stabil. Beberapa teknik yang bisa dilakukan di sepeda zaman dahulu seperti mashing (mengayuh dengan putaran lambat), dan sway (memindahkan berat badan untuk menekan kaki) sangat sulit dilakukan di sepeda modern, jikapun bisa akan sangat mengganggu kerja suspensi.

Tentu saja gaya yang terakhir sudah Brader ketahui. Seperti nama komponen shock breaker, fungsi yang umum diketahui sistem suspensi adalah menghilangkan atau mengurangi kekasaran lintasan.  Dari gaya ini desainer suspensi mendesain interaksi antara kekasaran lintasan dengan sistem suspensi. Pada dasarnya tumbukan dari lintasan bekerja secara horizontal melawan arah gerakan sepeda. Roda membuat gaya horizontal ini sehingga mempunyai komponen gaya vertikal yang bisa diserap sistem suspensi. Semakin besar ukuran obstacle yang dihadapi semakin sedikit persentase gaya yang berubah menjadi vertikal. Komponen gaya horizontal tersisa bisa diakomodir dengan kinematika suspensi atau gerak relatif suspensi terhadap frame sepeda.

Mau tahu lebih jauh tentang kinematika suspensi sepeda? Tetap stay tune di sini ya Brader.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: