REVIEW:SPORTINO ARMSTRONG BIKE SHOES, SEPATU CLEAT BUATAN INDONESIA



Brader ada yang familiar dengan brand satu ini? beberapa kali kalau menengok di salah satu marketplace online pasti tak asing dengan brand buatan salah satu pabrik sepatu terkemuka di Sidoarjo, Jawa Timur ini. Sportino.Memang untuk lineup ini sendiri tergolong baru, sekitar 2018an mulai muncul di pasar yang target penjualan menyasar ke spesifik sepeda dan mengakomodir kebutuhan sepatu yang kompatibel dengan sistem pedal cleat (menempel sepatu dengan pedal). Nah kali ini Braderian berkesempatan untuk menjajal dan mengulasnya, kami mengetes produk tipe Armstrong ini kurang lebih 4 bulanan untuk mendapatkan impresi yang mendukung, baik dari segi pemakaian maupun peforma jangka panjangnya seperti apa. berikut ulasannya.Pertama kali mendapatkan sepatu ini mendarat di redaksi kami, hal pertama yang kami dapati adalah tampilannya yang sepeda gunung banget, memiliki bentuk yang ramping dan ringan (sekitar 300gram an per sisinya) cukup memberikan kesan awal yang menunjukkan tampilan luar sudah sangat cocok untuk pesepeda gunung, terutama detailnya yang sangat “race”.


berbalut kulit sintetis untuk bagian luar sepatu dipadu dengan sol karet yang cukup solid di bagian bawah yang ditambah beberapa bagian bawah yang dibuat “spike heel” untuk mengakomodasi jalanan tak tentu yang akan banyak dilalui sepatu ini dan buckle quickrelease yang kami rasa cukup memberikan kesan praktis dan race banget itu tadi.




Dilengkapi dengan double velcro sebagai penambah pengencang sepatu dan tentu dudukan cleat di bagian bawah yang bisa mengakomodasi tipe cleat MTB apapun (SPD Shimano, ATAC Time, atau Crankbrothers) dengan tipe dua baut sebagai pengencang mata cleat. Tak lupa untuk urusan safety selain bahan yang cukup tebal, Sportino juga menempatkan reflector di bagian tumit/belakang sepatu untuk keperluan riding terutama di kondisi minim cahaya.Ride On
Seperti yang kami jelaskan di awal bahwa kami mengetes dalam jangka waktu kurang lebih empat bulan tentu banyak mendapat gambaran bagaimana layak atau tidak brader memilih sepatu ini untuk yang ingin mencoba pedal cleat. Kami mengetestnya di dua tipe sepeda yakni MTB dan Roadbike, walau sebenarnya sepatu ini spesifik untuk bermain MTB dengan pedal cleat MTB, tapi kami juga banyak melihat goweser Roadbike masih setia memakai cleat SPD Shimano di sepeda Road mereka.
Pemakaian awal untuk sepatu yang kami pakai dengan ukuran 42 ini adalah karena bentuknya ramping dan meruncing khas sepatu MTB XC membuat posisi telapak kaki di dalam sepatu terasa agak sesak namun mampu memenuhi ruang-ruang kosong di sepatu walau sebenarnya agak sempit (kami sarankan untuk mencoba sepatu sebelum meminangnya). Pemakaian buckle release cukup solid dan mudah dibongkar pasang, dan sampai sini kami tak menemui kendala yang berarti.

Untuk pemasangan cleat di sepatu memang sedikit merepotkan, karena ketika brader meminang sepatu ini sudah pasti tak termasuk cleat dan itu wajar untuk sepatu cleat manapun, namun bukan itu poin kami. Tapi brader harus putar otak mencari dudukan baut cleat yang terpasang dibagian bawah-dalam sepatu, karena itu juga tak termasuk paket penjualan mereka. Ya kalau dibeli di makretplace sekitar 40ribuan lah.Lanjut setelah terpasang cleat dan tentu sudah diukur posisi mata cleatnya, kami menjajal diatas sepeda sembari pedaling merasakan sensasi awal. Namun cukup kecewa dengan feel yang kami rasakan, karena selama ini sepatu cleat yang pernah kami test, baru ini kami merasakan kekakuan sol bagian bawah sepatu yang kontak langsung dengan pedal sangat lentur, memang tak terlalu lentur juga jika dibandingkan dengan sepatu karet merk lokal yang banyak digandrungi pesepeda flat pedal itu. Namun untuk ukuran sepatu cleat kami merasa Sportino Armstrong ini kurang rigid dibagian sol bawahnya
Apa dampaknya? kami merasakan power transfer kaki ke pedal kurang optimal dan pandangan kami untuk kebutuhan peformance sangat kurang, namun untuk brader yang tak melulu soal peformance tak jadi soal walau tetap akan merasakan kurangnya feel memakai cleat pedal. Ujungnya ketika pemakaian diatas 50km kami merasakan beberapa titik nyeri yang kami duga karena efek kurang rigid dari sol bawah ini, kami harap produksi Sportino berikutnya memperhatikan poin ini walau sebetulnya kami cukup excited dengan kualitas uppernya yang cukup durrable ketika sering menghajar bebatuan dan ranting semak yang mana memproteksi kaki lebih.
Walaupun seperti itu, untuk brader yang baru memulai belajar memakai pedal cleat sepatu ini cukuplah untuk berlatih lepas pasang sebelum nanti akan mahir dengan pedal cleat tak ada salahnya mencoba sepatu berbanderol 500rban ini.


pict:Dok Braderian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: