ATHERTON PUNYA “SEPEDA SENDIRI”

Familiar dengan race scene UCI World Cup Downhill? Kalau iya brader tentu gak asing dengan keluarga Atherton, keluarga balap sepeda gunung asal Inggris yang terdiri dari si sulung mantan jawara fourcross dan track builder, Dan Atherton lalu adik dan si bungsu yang juga mantan juara dunia downhill lebih dari sekali yakni Gee dan Rachel Atherton.

Tahun ini kurang lebih sekitar 20 tahun mereka berkarir di balap sepeda downhill dan patut ditunggu kabar terbaru mengingat pada akhir tahun lalu muncul kabar bahwa kerjasama mereka dengan pabrikan sepeda Trek berakhir setelah 3 tahunan menjalin kolaborasi lewat Trek Atherton Factory Team. Nah pada pertengahan bulan ini banyak selentingan kabar bahwa mereka akan berlabuh ke brand lain seperti diprediksi bakal kolaborasi dengan Specialized, Norco, Polygon atau Merida, untuk brand yg terakhir ini masih simpang siur kalau Atherton harus colabs dengan Merida mengingat brand ini tak ada lini produk untuk downhill race sehingga dari beberapa komentar di forum pinkbike mereka bisa tetap pakai Trek Session tapi tentu dalam kondisi frame di-blackout.

Lalu apa yang terbaru? Ternyata setelah dipublish di akun sosial media mereka masing-masing muncul kejutan dengan hadirnya brand yang mereka kembangkan untuk frame dan sepeda yang akan mereka pakai untuk musim 2019. Dengan label brand Atherton mereka dengan percaya diri menampilkan sepeda yang juga sejak 1993an dikembangkan oleh Dan Atherton dan tentu visi dan misi team sejalan karena mereka juga ingin memiliki dan membangkan sepeda brand mereka sendiri.

Lalu apa basic dan produksi sepeda dilakukan? Mereka menggandeng suspension system expert, Dave Weagle yang juga merupakan salah satu tim dalam pengembangan sistem suspensi DW-Link yang banyak dipakai brand tersohor seperti Iron Horse dengan tipe Sunday nya yang di medio 2008 menjadi andalan Sam Hill di scene race DH World Cup, Pivot bike, dan Turner. Dave menjadi konsultan dan pengembangan sepeda Atherton yang disokong fasilitas produksi oleh pabrikan Robotbike.co yang juga berbasis di Inggris.

Robotbike.co memakai bahan carbon dengan sistem 3D printing untuk membuat beberapa bagian penting di sepeda ini, dibantu ketiga anggota keluarga Atherton untuk saling memberi feedback sehingga lahirlah frame dengan spesifikasi ukuran reach 530mm, 63° head angle dan 450mm ukuran panjang chainstay.

Lalu komponen yang mengisi apa saja? Sepertinya beberapa perubahan hadir di sepeda yang juga dijadwalkan dijual untuk umum di 2019 ini. Mulai perubahan di sektor pengereman yang sebelumnya memakai Hope/Shimano harus berganti dengan brand brake asal Jerman yang juga menyokong tim Polygon UR, Trickstuff. Untuk yang lain sepertinya tak jauh berbeda dari musim 2018. Mulai ban Continental, barset Renthal, rims dan tubeless system dari Stans, suspensi masih bertahan dengan Fox Suspension dan apparel yang melanjutkan kolaborasi dengan brand Endura. Untuk drivetrain sepertinya mereka tetap bersama Shimano.

Untuk urusan warna dan decal mereka menampilkan warna hitam untuk frame Atherton ini, tapi braderian yakin akan ada perubahan ketika mendekati seri pertama race world cup DH musim ini, apalagi mengingat saat ini Rachel Atherton bergelar juara dunia wanita dan tentu ada threatment lebih dari desain frame Atherton. Penasaran dengan kiprah mereka di musim 2019 ini? Untuk Rachel dan Gee dipastikan tetap di DH sedangkan Dan lebih fokus di track builder dan beberapa seri Enduro World Series, tunggu saja mulai akhir maret besok!

Pict:dok Braderian (via instagram @athertonbike)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: