MEMAHAMI GEOMETRI MTB (1) – BASIC

Bagi sebagian orang yang telah mengenal MTB lebih jauh, mungkin tak perlu membuka halaman ini, karena terasa membosankan. Tapi bagi Brader yang baru memulai bersepeda dan ingin tau lebih tentang hal-hal yang berkaitan dengan frame sepeda, yuk baca lebih jauh. 

Geometri MTB

Geometri sepeda mengacu pada sudut dan jarak dari bagian-bagian tertentu sepeda Brader, satu sama lain. Sedikit saja perbedaan angka derajat (sudut) dan panjang geometri dapat membuat perbedaan besar, mempengaruhi genre sepeda & cara bersepeda brader melibas trek. Sebenarnya tidak ada satu ukuran frame yang cocok untuk semua. Kalaupun industri menawarkan pilihan genre atau size tertentu, semua itu tentang kompromi terbaik supaya mencapai efisiensi produksi.

Untuk memulai, kita perlu tau semua istilah yang digunakan untuk membahas geometri sepeda gunung. Sejak hampir setiap Brand mencantumkan hal teknis geometri di website mereka & masih menggunakan istilah dalam Bahasa Inggris, Brader perlu memahaminya. Berikut adalah beberapa istilah dalam geometri MTB: 

  1. Head Tube Angle – Sudut yang terbentuk dari kemiringan fork terhadap garis horisontal. Kemiringan Head Tube/ Frok akan mempengaruhi gaya riding Brader, bahkan menentukan genre.
  2. Head Tube Length – Panjang Head Tube yang menampung Headset.
  3. Seat Tube Length – Jarak antara titik tengah Bottom Bracket hingga bagian paling atas dari Seat Tube. Penyebutan ukuran Frame juga mengacu pada panjang Seat Tube, contohnya: 17 inches.
  4. Seat Tube Angle – Sudut antara garis lurus seat post & bottom bracket dengan garis horisontal.
  5. Wheel Base – Jarak centre-to-centre antara front axle dan rear axle.
  6. Chain Stay Length – Jarak antara titik tengah axle roda belakang dengan bottom bracket.
  7. Top Tube Length – Sebagaian orang juga menyebutnya Effective Top Tube Length. Adalah jarak horisontal antara titik tengah dan attas dari head tube dan seat post.
  8. Bottom Bracket Height – Adalah jarak antara ground dan titik pusat bottom bracket.
  9. Reach – Adalah pengukuran horisontal dari titik tengah atas headtube dan jarak vertikal bottom bracket (cek pada gambar). Ini adalah tren cara baru mengukur sepeda. Sepeda downhill banyak yang menggunakan cara ini.
  10. Stack – Pengukuran vertikal dari titik tengah atas headtube ke bottom bracket (cek pada gambar).
  11. BB Drop – Jika Brader membuat garis antar kedua axle roda, ini adalah jarak antara garis tersebut dengan titik tengah Bottom Bracket.
  12. Axle to Crown – Kadang disebut dengan fork length, jarak antara titik tengah axle hingga bagian atas crown.


Pengaruh Bottom Bracket Drop/Height

BB Drop & Height adalah faktor penting untuk dipertimbangkan ketika melihat geometri sepeda. Lalu bagaimana BB Drop dan Height memengaruhi cara/gaya berkendara Brader?

BB Drop adalah jarak vertikal antara titik tengah BB , dan axle (as roda) depan dan belakang. Ini adalah pengukuran statis, diukur setelah sepeda dibangun dan tidak dikendarai (rider), jadi angka tidak berubah. Pada full-suspension bike, BB Drop juga dapat diukur dari titik SAG yang direkomendasikan, tetapi hanya diukur secara statis.

Bottom Bracket Height

BB Height adalah jarak vertikal dari gound ke titik tengah BB. Angka ini dapat bervariasi pada sepeda karena berbagai alasan. Ukuran ban & fork adalah penyebab terbesar untuk menyesuaikan tinggi BB.

Lalu apa pengaruh tinggi rendahnya BB dengan gaya bermain MTB? Jarak BB yang tinggi akan membuat lebih fun, karena jarak clearance dgn tanah lebih tinggi. Terutama full-suspension  bike, Brader bisa memainkan suspensi lebih seru. Untuk mengangkat roda depan juga berasa lebih mudah. Melibas tanjakan akan berasa lebih ringan. Sedangkan dampak negatifnya: Sepeda akan berasa kurang stabil pada kecepatan tinggi (terutama jika melibas medan yang variatif naik-turun), lebih sensitif terkena dampak faktor eksternal (mendan/rintangan). Lebih sulit untuk bermanuver karena berasa seperti menaiki sepeda yg terlalu tinggi.

Sedangkan jika tinggi BB lebih rendah, dampak positifnya adalah: Berasa stabil ketika Brader menguji kecepatan. Melibas tikungan tajam-pun akan bereasa lebih mudah. BB lebih rendah juga akan mengurangi resiko Brader terlempar dari sepeda karena rider akan merasakan seperti pada posisi di titik tengah sebuah sepeda. Adapun dampak negatifnya: karena ground clearence lebih rendah, maka hati2 melibas rock garden. Berasa lebih berat diajak melibas tanjakan. Lebih sulit melakukan teknik manual seperti bunny hop.

Bagaimana dengan Hardtail VS Full-suspension? Lalu bagaimana pengaruh Head Tube Angle, tunggu ulasan Braderian berikutnya… 

  1. Artikelnya menarik.
    Cuman ada pernyataan “jarak clearance dgn tanah lebih tinggi, maka melibas tanjakan akan berasa lebih ringan.
    Yang dimaksud pernyataan itu apa ya ? yg saya rasakan justru sebaliknya, pada saat fork travel panjang ( jarak clearance dgn tanah lebih tinggi) sudah banget ngadepin tanjakan.
    Terima kasih.

    Disukai oleh 1 orang

    Balas

    1. Brader Tony, terima kasih tanggapannya. Kita sama-sama beropini ya Brader.

      Sebenarnya perlu ngobrol lebih panjang untuk kita bisa menyepakati dari efek tinggi rendahnya BB karena parameternya bisa banyak. Parameternya bisa karena panjang fork, head-tube angle, wheel-size, atau memang desain framenya yg menentukan. Belum lagi acuan saat sepeda dikendarai (dalam kondisi dinamis). Sebenarnya perlu kondisi yang lebih spesifik untuk bisa nge-judge feelnya gimana. Belum lagi jika asumsinya komparasi antara genre, kesimpulannya bisa berbeda. Tapi secara umum, kami beropini sesuai yg kami tulis di atas.

      Misalnya: Sepeda AM punya clearance lebih tinggi dibanding DH, tentunya AM lebih nyaman buat nanjak. Tapi klo asumsi brader membandingkan dengan fork travel, justru yang paling dominan mempengaruhi bukan krn BB height, tapi terjadinya gejala bobbing yang menyebabkan berat untuk nanjak.

      Suka

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: