BERSEPEDA MEMBUAT MASALAH KESEHATAN SEKSUAL?

Tak jarang kita yakin bahwa bersepeda akan membantu Brader menjadi lebih sehat. Tahun lalu satu studi menemukan bahwa pengendara sepeda cenderung mengurangi resiko penyakit jantung atau kanker. Sedangkan satu tinjauan di tahun 2011 menunjukkan, bersepeda dapat meningkatkan kebugaran bahkan mengarah ke kehidupan yang lebih panjang.

Tetapi ada area pembahasan tentang kesehatan pria yang telah menjadi subjek dari pertanyaan yang terus-menerus tiada berakhir: Apakah sering bersepeda menyebabkan masalah seksual?


Sebelumnya membahasnya lebih lanjut, kita perlu tau dulu anatomi tubuh kita yang bersentuhan dengan sepeda, yakni sekitar sadel. Sangat penting untuk dapat memahami anatomi kita sendiri..

Kami yakin, ketika Brader bersepeda pasti menempatkan penis & buah zakar pada posisi yang paling nyaman. Tak jarang kalau di tengah perjalalanan bersepeda, posisi -si adek- mendadak sedikit nyelip dan tak nyaman, Brader akan berusaha mengembalikan pada posisi yang nyaman supaya serunya bersepeda tak terganggu, betul begitu? Pastikan ketika repositioning tidak ada paparazzi yg ambil gambar ya 😁✌

Jangan salah fokus dengan penis yang digambarkan menurun, posisi naik atau turun itu adalah niatnya Brader, kita tidak membahasnya. 😛. Grafik: GCN


Anatomi

Ada area jaringan lunak antara pantat dan buah zakar disebut dengan perineum. Ketetika Brader duduk di sepeda, area inilah yang bersentuhan dengan sadel. Brader juga memiliki uretra, merupakan tabung yang menghubungkan kandung kemih dengan “dunia luar” melalui penis. 

— Selalu hati-hati & bijak menghadapi dunia luar ya brader … 💪

Di area perineum Brader juga memiliki pembuluh darah utama dan saraf pudenda (pudendal nerve), yang salah satu fungsinya adalah memberi sensasi ke area tersebut dan juga membantu untuk mendapatkan ereksi. Di atas perineum, terdapat prostat, merupakan kelenjar yang menciptakan cairan mani dimana dikeluarkan melalui uretra. Wawasan dasarnya seperti itu, informasi ini kami ambil dari GCN & The Guardian.

Karena anatomi kita dan karena bentuk sadel yg sedemikian rupa, masuk akal jika di area yg intens bersinggungan tersebut dapat menyebabkan nyeri pada pundendal atau mati rasa. Terkadang ada sensasi, seolah tidak merasakan keberadaan penis sesaat setelah menghabiskan banyak KM, Brader penah mengalaminya? Akibat lain hingga disfungsi ereksi atau bermasalah dengan prostat, mari kita cari tau lebih dekat


Braderian – Pekanbaru Roadbike Community. Foto: Yudy Utomo

Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah mengaitkan aktifitas intens bersepeda dengan beberapa masalah kesehatan pria, termasuk disfungsi ereksi. Dalam satu penelitian, para peneliti Norwegia mengumpulkan data dari 160 pria setelah mereka mengambil bagian dalam tur sepeda jarak jauh. Mereka menemukan bahwa satu dari lima pasien menderita mati rasa pada penis yang berlangsung hingga seminggu setelah tur, dan 13% mengalami disfungsi ereksi yang berlangsung lebih dari seminggu dalam banyak kasus.

Studi lain menghubungkan bersepeda dengan kanker prostat – atau setidaknya, itulah bagaimana beberapa sudut media melaporkannya. Tetapi para peneliti mengakui sampel mereka terlalu sedikit, perlu lebih banyak penelitian diperlukan, untuk membuktikan kebenarannya.

Sebuah penelitian pada tahun 2009 yang melibatkan 15 atlet triatlon Spanyol menemukan bahwa ada kecerendungan, mereka yang memiliki tingkat sperma cukup rendah adalah mereka yang bersepeda lebih dari 300km setiap minggu

Ditra Pranata, bersantai di pantai Parangtritis setelah berlatih road.

Penelitian Terbaru

Penelitian baru menunjukkan bahwa aktifitas bersepeda tidak merusak fungsi seksual atau uriner pria sama sekali. Para peneliti mengatakan, penelitian sebelumnya menyatakan bahwa bersepeda dapat menyebabkan disfungsi ereksi bergantung pada sampel yang terlalu sedikit, sedangkan penelitian terbaru ini melibatkan lebih dari 2.500 pesepeda.

Mereka merekrut sekelompok pengendara sepeda laki-laki, serta perenang dan pelari yang tidak bersepeda, dan bertanya tentang kesehatan seksual, prostat, dan pengalaman mati rasa. Mereka menemukan pengendara sepeda tidak memiliki fungsi seksual atau kemih yang lebih buruk daripada perenang atau pelari, tetapi mereka lebih rentan terhadap struktur uretra, yang dapat membatasi aliran urin. Dan faktanya, dengan menyesuaikan usia, mereka menemukan bahwa pengendara sepeda intensitas tinggi sebenarnya memiliki lebih sedikit kasus disfungsi ereksi.

Mereka juga menemukan bahwa pengendara sepeda yang berdiri lebih dari 20% dari waktu saat bersepeda memiliki kemungkinan yang lebih rendah secara signifikan mengalami mati rasa genital setelahnya, dibandingkan dengan pengendara sepeda yang tidak pernah berdiri. Jadi Brader, selingi bersepeda dengan posisi berdiri (tidak duduk di sadel),

Benjamin Breyer, seorang profesor di University of California, San Francisco, dan peneliti pada studi tersebut, menyarankan pengendara sepeda untuk mengambil langkah-langkah untuk menghindari mati rasa setelah siklus panjang.

“Saya pikir bahwa perilaku menunggang yang menyebabkan mati rasa perineum yang berkepanjangan harus dihindari. Masalah ereksi transien bisa muncul setelah perjalanan yang sangat panjang”, ungkapnya. 

Untuk menghindari terlalu sering mati rasa di area perineum, pilihlah sadel yang tidak terlalu menekan sekitar area perineum dan pastikan Brader memahami posisi bersepeda ergonomis. Tentunya perihal ini tidak bisa digeneralisir dalam memilih produk, setiap orang pasti akan punya cara yang berbeda untuk membuat pengalaman bersepeda yang nyaman.

Breyer kembali meyakinkan, bahwa bersepeda tidak menyebabkan disfungsi ereksi (DE). “Masalahnya bukan tentang pertanyaan apakah bersepeda menyebabkan ED atau tidak. Tentu saja, hanya duduk di sofa atau di depan komputer delapan jam sehari adalah hal terburuk untuk kesehatan seksual dan keseluruhan”. Jadi lebih baik bersepeda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: