XQUAREONE DH, SEPEDA DOWNHILL DENGAN GEN PETUALANGAN

Baru-baru ini, brand sepeda Polygon merilis sepeda downhill barunya, Polygon XQuareOne DH. Diluncurkan dengan tagline “Downhill Bike with an Adventure DNA”, promo video sepeda ini dibuka dengan adegan Sam Reynolds mengendarai sepeda ini di tanjakan.

Menanjak dengan sepeda downhill? Kedengarannya seperti kurang kerjaan. Tapi ini yang ditawarkan Polygon di antara sepeda downhill lain yang umumnya diisi keseriusan pembalap berlomba mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menuruni bukit.

Suspensi R3Act2Play seperti yang digunakan di XQuareOne EX memang memberikan efisiensi pedaling yang baik tanpa mengurangi kemampuan meredam permukaan kasar lintasan. Perubahan suspensi tersebut untuk downhill di antaranya adalah peningkatan ketebalan dan ketinggian swing arm, dipadu dengan frame depan yang rendah membuat tampilannya tidak seradikal adiknya XQuareOne EX.

XQuareOne DH ditawarkan dalam bentuk frame, frame kit (dengan garpu), dan dua sepeda fullbike, DH9 dan DH8. XQuareOne DH8 dilengkapi garpu Rockshox Boxxer Race dan grupset SRAM GX 11 percepatan. Komponen XQuareOne DH9 lebih berorientasi balap dengan garpu Fox 40 dan grupset SRAM XO1 DH 7 percepatan.

1-Braderian - XQuareOne DH

Bagaimana rasa XQuareOneDH di lapangan? Beruntung saya dapat mencoba sepeda tersebut dalam kesempatan test ride di Cikole, beberapa waktu yang lalu. Sepeda yang dibandrol lebih terjangkau dari XquareOne EX dan juga seri Collosus DH ini memang dibawa untuk dicoba beberapa rider yang diundang pabrikan Sidoarjo tersebut.

Sebelum mencoba di lintasan, tentu lebih aman dan bijak saya mencoba sepeda tersebut di area dekat tenda. Secara singkat sepeda ini terasa berbeda dengan sepeda downhill lain. Chainstay terasa lebih pendek, demikian pula dengan head tube yang juga pendek membuat stang bisa distel lebih rendah. Sekilas seperti mengendarai sepeda enduro. Sayangnya karakter seperti itu biasanya diikuti dengan karakter sepeda yang sedikit liar.

Tiba giliran shuttle membawa sepeda melahap lintasan downhill Cikole. Prediksi keliaran karakter XquareOne DH ternyata tidak terbukti, namun kelincahan yang saya antisipasi dari XQuareOne DH memang tidak salah. Di track yang berbelok (twisty) maupun terbuka dan kasar sepeda yang prototypenya sudah terlihat di garasi Mick Hannah ini seperti menemukan resep ajaibnya. Lincah, tapi tetap stabil. Kekakuan dan stang yang relatif rendah juga memudahkan untuk berakselerasi.

Gerak suspensi unik dari R3ACt2Play yang merupakan perpaduan reaksi dari slider dan link membuat guncangan yang diterima suspensi diredam tanpa mengurangi momentum gerak sepeda ke depan. Saya merasa seperti atlet BMX atau pump track yang sepedanya semakin laju saat melahap rhytim section.

Oh ya, sedikit meniru Sam Reynolds, saya mencoba menanjak dengan sepeda ini. Walau tentu saja tidak semudah menanjak dengan sepeda enduro, tapi sepeda ini cukup ringan, efisien, dan rigid untuk menanjak. Tentu saja dengan gigi teringan 36×21, ada kecepatan minimum yang harus dicapai jika ingin tanpa merusak dengkul dengan XQuareOne DH9, XQuareOne DH8 lebih cocok untuk keperluan ini.

Mengapa tidak 29″?

Beberapa audiens sempat melontarkan pertanyaan mengapa Polygon tidak mengadopsi roda 29″ seperti tren di luar negeri yang dimulai dari Santa Cruz, Commencal, dan YT. Walau begitu, postur tubuh downhiller Indonesia yang tidak setinggi downhiller dunia membuat aplikasi roda 29″ tidak terlalu mendesak. Lagi pula juara dunia 2018, Loic Bruni masih menggunakan roda 27,5″ kok.

Usaha Polygon menghadirkan sepeda dengan handling istimewa di kelas harga yang terjangkau patut diapresiasi. Semoga semakin banyak pesepeda yang menekuni nomor downhill dengan sepeda yang berkualitas. Selain itu, untuk hobiis, sepeda ini juga didesain untuk mengakomodir downhill sebagai gaya hidup, selain tujuan prestasi. Seperti penutup video promo XQuareOne DH saat Sam Reynolds menikmati suasana santai api unggun, downhill juga bisa dinikmati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: