TIPS MERAWAT KOMPONEN CARBON DI SEPEDA

Carbon fiber atau serat carbon merupakan material penyusun di komponen sepeda dalam bentuk “non-logam”, material ini mulai dipakai di awal ’90an dengan adanya inovasi proses layup untuk pemakaian di frame sepeda. Karakter bahan yang ringan, kuat, stiff tapi mampu mengurangi vibrasi dan yang penting bebas korosi menjadi poin utama pemakaian material ini di beberapa komponen sepeda modern di beberapa genre.

Carbon memiliki bentuk awal berupa lembaran serat yang dibentuk dengan metode Layup atau “mencetak” ke dalam suatu cetakan dan menyusunnya lembar-per lembar sesuai kebutuhan. Adapun beberapa tipe spesifikasi carbon yakni serat carbon 1k, 3K, 5k, 8k, 12K atau UD (unidirectional carbon). Profil sepsifikasi diatas mewakili seberapa besar dan banyak guratan serat carbon yang ada di material tersebut, semakin tinggi angkanya bisa semakin memperkuat material namun lebih berbobot dari segi massa benda yang dihasilkan, namun ini bukan patokan utama karena peran proses layup yang jadi faktor penentu kualitas final result dari carbon tersebut.

Nah itu tadi penjelasan singkat soal material carbon, lalu apakah brader meyakini bahwa carbon itu material “getas” yang gampang rusak jika dibandingkan material lain seperti aluminium atau besi? Faktanya jika mengkomparasi ketiga material tersebut (carbon, alloy, dan besi) dengan perbandingan ketebalan, titik tumpu beban, dan besar titik beban yang sama material carbon jauh lebih unggul dari alloy dan besi. Ini karena sifat material yang bisa mereduksi impact, disamping itu material carbon yang keras lebih tahan ketimbang alloy dan besi yang akan bengkok atau patah jika diuji coba seperti penjelasan diatas.

Nah karena hal itu banyak pabrikan sepeda modern memproduksi komponen mereka dengan material serat carbon. Mulai frame, fork, seatpost, stem, handlebar, crankset, dan sampai wheelset yang diperuntukan untuk genre Downhill atau All Mountain yang sangat hightought sekalipun menjadi bukti bahwa material carbon modern pada saat ini cukup durrable. Lalu jika seperti ini lantas perawatan seperti apa di parts carbon yang perlu diperhatikan? Bukan berarti materialnya kuat menjadi abai soal perawatan dan perlakuannya.

Berikut adalah tips merawat komponen carbon brader di sepeda:

1. Beli dan pakai torque wrench atau kunci torsi untuk memasang sambungan yang bermekanisme clamp di part bahan carbon. Ini untuk menjaga tidak terlalu kencang atau kendur dalam memasang baut pengunci clam, biasanya ada di bagian stem dengan handlebar, seatclamp ke seattube, seatpost ke saddle, atau bottom bracket crank ke frame.

2. Gunakan assembly carbon paste!

Ini digunakan sebagai “perekat” antar dua komponen berbahan carbon agar merekat satu sama lain tanpa harus terlalu banyak torsi yang dipakai di baut mekanisme clamp untuk menyambung keduanya, karena material carbon karakternya licin apalagi jika memakai gloss finishing jadi perlunya pemakaian assembly carbon paste disini

3. Handle with care!

Material carbon meski kuat bukan berarti tak gampang patah, memang ada indikasi soal masa pakai bahan carbon, hal ini merujuk pada kualitas epoxy dan resin yang menyatukan lembaran-lembaran di material carbon yang berangsur menurun kualitasnya seiring waktu. Namun ini bisa jadi subyektif jika part carbon tak dijaga dengan benar, seperti sering memaparkan langsung bahan carbon dengan matahari langsung dan dalam rentang waktu lama. Dalam kasus ini “menjemur” sepeda di tempat terbuka yang rentan terpapar cahaya matahari langsung.

Atau cara bawa sepeda yang kurang bagus seperti membanting-banting ketika menaruh sepeda, atau proses packing yang kurang tepat jika sepeda dipakai bepergian dengan kendaraan jadi poin utama menurunkan kualitas dari material carbon yang terpasang.

4. Jaga agar tetap bersih!

Serat dan “perekat” di dalam carbon rentan akan gesekan dari kotoran yang menempel, maka dari itu pabrikan sengaja memberikan lapisan coating di materialnya untuk memperawet masa pakainya, namun apa jadinya jika sepeda berframe carbon tak dirawat dengan baik dari segi kebersihan?

Misal noda oli, pasir, tanah dan material tajam lain yang berpotensi merusak lapisan finishing carbon yang meyebabkan damage di beberapa titik yang jelas akan menjalar menjadi retakan dan berakhir “patah hati” akibat frame atau part carbon brader “terbagi dua”. Tentu hal ini sangat berbahaya dan menyakitkan, jadi jaga selalu komponen carbon brader tetap bersih, bebas dari benda tajam, dan selalu gunakan bahan ramah untuk carbon jika mencucinya.

5. Hindari tabrakan!

Kenapa harus dihindari? Memang material ini cukup kuat untuk menahan impact, namun rentang besarannya ada ambang batasnya. Tapi selalu cek kondisi material parts setelah terjadi tabrakan atau terjatuh, hal ini untuk mengurangi resiko tak terdeteksinya retak halus yang berakibat menjalar menjadi retakan besar. Dan jika brader berniat beli part carbon kondisi bekas perika juga kondisinya, jika ada titik rusak sedikit abaikan saja, karena itu akan jadi berbahaya di kemudian hari.

6. Hindari beli part carbon abal-abal!.

Abal-abal disini adalah pabrikan part carbon yang membuat produknya dengan proses layup bypass atau asal jadi seperti yang banyak ditemui di part ACM atau China made yang sengaja meniru atau menjiplak part dari merk tertentu. Kualitas layupnya sangat tidak rapi karena di beberapa bagian jelas ada ketimpangan tebal tipis material yang dipakai dan itu tidak bagus untuk durabilitas dan keamanan.

Bahkan beberapa kasus part frame atau handlebar carbon abal-abal ini sangat lentur dan tipis sehingga mempengaruhi urusan peforma diatas sepeda. Cara membedakannya? Cukup gampang-gampang susah, kalau yang paham layup dan ketebalan materialnya cukup dipegang sudah kelihatan, namun ada yang cukup ekstrem sampai tak diba dibedakan kalau tidak di scan sinar xray atau dibelah untuk melihat layup dalamnya agar keliatan asli pabrikan merk tertentu atau buatan china yang abal-abal.

7. Carbon bisa direparasi(?).
Anggapan sebagian brader pasti bertanya soal “carbon patah ya buang!”. Namun jawaban ini ada benarnya tapi juga ada salahnya, kenapa? Material carbon faktanya satu-satunya material yang bisa direpair atau direparasi jika terjadi crack atau patah.

Berbeda dengan material logam lain yang sulit direpair seperti alloy atau besi yang butuh threatment khusus setelah disambung dengan metode pengelasan, material carbon cukup direpair dan dilayup ulang di bagian yang rusak dan foila! Langsung kembali semula. Tapi hal ini tidak bisa sembarangan dilakukan, jika tak menguasai layup bawaan part carbon tersebut akan jadi poin rawan dibagian yang dilayup ulang tersebut, spesifikasi material dan kualitas proses layup adalah kunci keberhasilan repairing bahan carbon.

Nah itu sedikit soal perawatan part material carbon yang ada di sepeda brader, bagaimana? Masih ragu soal bahan carbon? Soal harga? Sebenarnya carbon itu murah, namun yang bikin mahal adalah biaya proses layupnya yang ribet.

Word:braderian

Pict: dok Braderian via parktool.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: