REVIEW: PATROL 591, SENJATA TRAIL DIBALUT RODA 29 INCH

Tahun 2018 ini Patrol Mountain kembali mengeluarkan lineup terbaru tipe MTB. Berlabel Seri 5 yang merupakan lineup seri trail. Patrol seri terbaru ini memberikan alternatif baru buat MTB enthusiast, yakni pemakaian diameter roda 29 inch di beberapa frame ukuran tertentu dimana mereka sebelumnya hanya memberikan pilihan wheelsize 27,5.

Urusan size itu sangat penting Brader, framesize & wheelsize adalah dua hal paling penting dalam menentukan sepeda mana yang cocok buat postur Brader. Dengan 2 opsi ini tentunya akan menambah kenyamanan rider dalam menentukan sepeda yang benar-benar fit dengan kebutuhannya. Jadi tak salah jika Patrol sangat peduli dengan hal ini, dan memberikan beberapa opsi kepada konsumen, Thanks to Patrol!

Patrol telah merubah segi geometri maupun pilihan parts dalam rilisan kali ini. Bagian sepeda yang mereka ubah untuk mengakomodir beberapa pakem terbaru, boost wheel system misalnya.

Braderian berkesempatan untuk menjajal salah satunya, yakni Patrol seri 591 dengan ukuran frame medium. Penamaan angka 9 pada tipe merujuk ke penggunaan diameter roda yang terpasang yakni 29 inch. Ingin tau lebih tentang product numbering pada Patrol?, silahkan cek artikel ini.

Sebelum kita bahas seri 591 ini, untuk sekedar informasi Patrol merupakan brand sepeda asal Indonesia yang rilis sejak tahun 2013. Penamaan brand yang bersanding dengan kata “mountain”, menunjukkan Patrol fokus mengembangkan dan mengeluarkan lineup sepeda gunung saja, jadi sangat ikonik Brader! Patrol sudah merambah ke Amerika, Eropa, dan beberapa negara di Asia. Patrol memiliki basis Research and Development team di Chile, Amerika Selatan dan rutin mengikuti beberapa pameran sepeda di benua tersebut seperti Sea Otter Classic.


BACA: APA ALASAN MEMILIH PATROL 


 

Frame dan Suspensi

Lanjut ke sepeda berkelir hijau biru gelap ini. frame yang kami test berukuran medium dengan sistem suspensi single pivot yang diakomodasi oleh rearshock Fox DPX2 dengan eye to eye 210mm. Jalur perkabelan masuk ke dalam frame bagian depan namun di bagian belakang masih menjuntai beberapa kabel untuk RD dan rearbrake. Memasok suspensi brand Fox, sepeda ini juga memakai fork dengan brand buntut rubah seri 29er Rythm 34 Peformance travel 140mm. Fork telah mengakomodasi boost wheel system dimana sistem ini memungkinkan pemasangan lebar hubset yang lebih lebar (110mm).

 

Bagian Roda

Untuk sektor berputar sepeda yakni wheelset, kami tidak menemukan spesifikasi hubset yang dipakai Patrol 591 ini, namun jika dilihat dari karakter-nya mengacu ke merk Formula dengan tipe boost depan belakang, TA15 (Hub) dan TA12 (Rearhub) dipadu rims Sunringle Inferno 29 dengan profil lebar yang klop dibalut ban Onza Ibex profil 29X225 ber knob tipe all round terrain.

BRADERIAN-patrol 591 E

profil knob roda yang mantab di medan kering, namun agak loose control di medan basah

 

Cockpit

Urusan pengendalian atau kokpit, Patrol memilih ownbrand mereka di beberapa part seperti: stem, handlebar, saddle, dan handgrip. Untuk seatpost Patrol 591 memakai dropper post Rockshox Reverb Stealth 140mm. Jalur kabel ada di dalam seat-tube, membuat tampilan lebih minimalis, ga pake ribet.

Keren! Handlebar diameter 35mm dengan panjang yang menurut kami cukup bongsor yakni 800mm dengan rise 10mm. Dipadu dengan stem pendek (35mm) yang compatible dengan diameter handlebar besar. Jika berniat ganti handlebar atau stem, Brader perlu cermat, pastikan handlebat berdiameter 35mm bukan 31,6mm seperti kebanyakan handlebar dan stem oversize lainnya.

 


Drivetrain

Patrol 591 memakai drivetrain brand Shimano dengan lineup “gado-gado” antara SLX dan Deore. Di sektor crank memakai Shimano SLX single chainring berprofil 32T narrow wide, dipadu RD SLX 11 Speed longcage dan sprocket SLX terbaru seri M7000 dengan profil 11-46T yang digerakkan oleh chain Shimano HG95. Karena ini single speed di bagian crank tanpa memakai FD, jadi bagian shifter hanya terpasang shifter Shimano SLX M7000 yang bersebelahan dengan remote dropper post dan brake shimano Deore M6000.

 


Mengapa single front chain-ring?

Umumnya tren terkini, genre MTB Trail menggunakan single front chainring. Patrol 591 nampaknya didesain untuk lebih fun to ride selain mengoptimalkan kecepatan. Dengan single chainring, rider akan dimudahkan dalam bersepeda, menikmati jalur trek! Tanpa FD dan dengan satu shifter yang hanya untuk mengendalikan gear belakang, tentunya akan membuat rider lebih fokus pada track & handling dan mengurangi kesalahan shifting. Seru!

 

Dari beberapa komponen yang menempel di Patrol 591, kami cukup excited di bagian rearshock dan fork. Berlabel brand FOX, apalagi lineup terbaru yang terpasang (walaupun seri masih di lineup Performance), membuat kepercayaan diri rider lebih tinggi untuk melibas bermacam jalur trail. Seri Performance ini satu tingkat dibawah seri Factory yang memiliki fitur Kashima Coat di lapisan stanchionnya. Namun untuk urusan feel dan performace tak jauh beda. Rasanya Damping Tune di sepeda ini cocok di lineup FOX ini.

 


Ride On

Patrol menjelaskan bahwa untuk size M memakai roda 29 sedangkan untuk size dibawahnya memakai roda 27,5. Namun demikian perbedaan geometri antara keduanya tak terlalu signifikan. Genre sepeda XC Trail dengan roda gede khas karakter performance 29 inch ini rasanya sayang kalau hanya diajak ke medan XC trail dengan obstacle minim dan kurang teknikal. Patrol 591 sangat potensial melakukan lebih.

Kami mengajak Patrol 591 ke rute All Mountain di Tutur Welang Bike Park, Pasuruan, Jawa Timur untuk menjajal performa dan handling sepeda ini. Ya kami tau, sepeda XC kok dipakai trek all mountain kadang menjadi perdebatan. Tapi sejauh rider bisa mendefinisikan medan yang sesuai untuk sepeda yang dibawa & gaya riding-nya maka tak jadi soal. Kenyataannya trek berlabel All mountain belum tentu semua section berkarakter All mountain.

Sistem suspensi single pivot point dengan posisi shock agak jauh dari titik grafitasi sepeda menghasilkan peforma yang cukup reaktif dan efisien ketika diajak nanjak tanpa terlalu banyak boobing di bagian belakang, namun perlu adanya kulik dikit bagian rearshock terutama knob rebound damping di posisi tengah dan knop GRIP fork di posisi lock agar laju sepeda di tanjakan tidak terlalu berat jika diperlukan.

 

BRADERIAN-patrol 591 A

Peredaman yang konsisten dan stabil di beberapa rock garden section cukup memberikan pengendalian sepeda yang mumpuni, walau hanya beberapa kali kami mendapati fork mengalami bottoming atau habis/amblesnya travel fork ketika dipakai menghajar obstacle, namun hal ini tidak kami temui di rearshok walau kinerjanya lebih berat karena mungkin ini adanya fitur piggy back. Piggy back adalah tabung kecil di bawah tabung utama rearshock dan ini cukup ampuh untuk meredam panas berlebih. Fitur ini mengakomodir ujian yang kami berikan menghajar turunan rute Naga yang full rockgarden dengan laju sepeda fullspeed. Terbantu dengan roda diameter besar dan setup shock depan-belakang menjadi poin plus untuk Patrol 591, membuat medan teknikal lebih mudah dilibas.

Desain frame di beberapa bagian cukup memberikan peforma bagus untuk pedaling, seperti bentuk square tapper di bagian bawah seattube memberikan efek stiff sehingga efektif untuk pedaling.

img_20180825_061633-01-1182909588.jpeg

bagian seattube bawah yang berbentuk seperti ini menambah stiff handling sepeda

Bicara soal roda besar, agaknya brader perlu sedikit penyesuaian dengan sepeda ini, terlebih jika terbiasa dengan diameter roda 27,5 atau bahkan 26. Karakter sepeda ini di beberapa tikungan dan berm cukup menyusahkan di awal kami memakai sepeda ini, beberapa kali missed dan membentur pohon atau kurang pas ketika diajak melibas berm. Terlebih panjang handlebar yang untuk kami cukup panjang dan kurang sesuai dengan bike fitting kami (750mm). Solusinya kami ganti dengan barset dari Atomlab SL dan setelah itu rasanya sudah mulai enak mengajak sepeda ini manuver dan berkat bantuan roda bongsornya, kami selalu pede melibas ceruk besar, patahan curam, bebatuan terjal dan yang paling ketara adalah menuruni anak tangga.

Percayalah, dengan roda 29inch brader akan menemui kalau medan rock-garden kurang lebih sama dengan melibas turunan datar, karena roda akan selalu bertemu dengan ujung anak tangga dan wusss! Brader bisa melibas dengan enteng!

BRADERIAN-patrol 591 D

pemakaian dropper post sangat membantu di medan teknikal 

Rasanya kurang kalau tak membahas soal minus di sepeda ini, mungkin kalau dari segi part seperti yang kami bahas diatas soal ukuran panjang handlebar dan biasanya subyektif lalu profil sadel ownbrand Patrol (yang belakangan kami ketahui brand yang dipakai adalah Velo) dengan rail chromoly berprofil tipis dan lagi-lagi ini subyektif juga. Untuk peforma ketika diajak manuver di berm, rasanya memang karakter roda 29 yang kurang lincah di kelokan apalagi yang teknikal karena memang harus mencari line yang berbeda dari 26 atau 27,5 dan ini jadi koreksi dari kami mengingat kami pernah mencoba brand lain dengan spesifikasi fullsus 29 di genre yang sama namun karakter ketika diajak di kelokan 11 12.

Soal chainstay kanan dan kiri sepeda, entah kenapa kami selalu mengalami benturan di bagian tersebut terutama di sepatu yang kerap menghantam bagian ini, entah terlalu sempit atau apa yang jelas ketika kami pakai pedal dan sepatu cleat selalu menghantam dan ini kurang nyaman ketika butuh power lebih. Namun overall dari sepeda ini cukup kami apresiasi dari segi peformance khas sepeda roda 29. Untuk harga? Rasanya 35jutaan cukup worth it brader pinang untuk Patrol 591 ini

Nice Patrol

Pict: Braderian.co

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: