KE RAJA AMPAT

Awal Agustus 2018, kebetulan saya ada trip kerja ke Sorong, Papua. 3 hari tinggal di Sorong, dan 2 hari hanya untuk perjalanan pesawat pulang-pergi. Tadinya tidak ada rencana untuk ke Raja Ampat, namun ternyata saya ada jeda 12 jam kosong yang sayang kalau tidak saya menfaatkan. Beruntung, teman di Sorong memberi rekomendasi tour operator yang bisa membawa saya ke Raja Ampat dalam 1 hari trip, Berangkat jam 6 pagi, dan kembali ke Sorong jam 6 sore.


Wikipedia:
Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung(Vogelkoop) Pulau Papua. Secara administrasi, gugusan ini berada di bawah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Kepulauan ini sekarang menjadi tujuan para penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya. Empat gugusan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan menurut empat pulau terbesarnya, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.

Pesawat, Hotel, dan Ferry

Raja Ampat memang dikenal dengan trip yang merogoh kantong cukup dalam untuk transportasi & akomodasi, sangat tergantung dengan harga tiket pesawat & penginapan. Namun semakin hari, semakin banyak maskapai & penerbangan ke Sorong dari beberapa daerah, baik direct maupun transit. Semakin banyak jalur penerbangan dibuka, semakin kompetitif, maka harga semakin turun. Pandai-pandai saja brader menemukan tiket pesawat yang murah, maka biaya transport bisa ditekan. Untuk menginap, Brader silahkan memilih mau cari hotel di Sorong atau guest house di Raja Ampat.

Tidak seperti destinasi lain yg lebih populer, agak sulit di Raja Ampat jika Brader berpetualang sendiri tanpa jasa operator/ tour guide, karena untuk menuju ke kepulauan Raja Ampat, Brader tergantung dengan ferry/speed boat yang disewakan oleh operator. Nah, ferry yang saya tumpangi berkapasitas penumpang 16 orang (belum termasuk crew & kapten). Jika brader berwisata sendirian atau berkelompok tak lebih dari kapasitas penumpang ferry, maka operator akan mencari wisatawan lain supaya kapasitas kapal tercukupi. Kalau ternyata penumpang kurang, maka group Brader yang harus menanggung biaya kursi yang kosong pada ferry. Jadi saran saya, sebaiknya ke Raja Ampat dalam group, atau komunikasi dengan operator untuk mendapatkan penawaran harga terbaik mengikuti jadwal keberangkatan mereka.

Saya dengar Raja Ampat juga segera memiliki bandar udara. Jika sudah jadi, akan memangkas waktu kurang lebih 3 jam. Semoga cepat terealisasi.

Dermaga, tempat mulai petualangan ke Raja Ampat.

Ini, bukan karena dapat endorse dari operatornya ya, saya pakai jasa RajaAmpat-KingFour. Karena layanan mereka memuaskan, maka dengan hati saya promote.. :). RajaAmpat-KingFour ditangani pemuda-pemudi lokal Papua, mereka sangat tanggap dengan kebutuhan kekinian para traveller. Kami tidak hanya diberikan wawasan lengkap tentang Raja Ampat, mereka juga sangat sigap & total membantu dokumentasi dengan cara terbaik. Mereka membawa bekal GoPro action cam & drone untuk dokumentasikan perjalanan kami, keren kan!


Dokumentasi Saya untuk Braderian

Foto-foto yang saya post di blog Braderian.co ini dari kamera handphone saya sendiri & beberapa dari GoPro-nya operator yang dikirim ke saya, jadi bukan hasil jepretan professional ya. Video yang saya buat juga sepenuhnya diambil & edit melalui smartphone, no filter, jadi amatir banget, tapi setidaknya cukuplah untuk memberikan wawasan tambahan Brader tentang Raja Ampat. Video saya pecah jadi 2 bagian: Ke Raja Ampat – Part 1 dan Ke Raja Ampat – Part 2.

Jika Brader ingin mendapatkan pandangan yang lebih luas tentang Raja Ampat, Brader bisa temukan video-video premium (lebih berkualitas) yg diupload oleh banyak vloger Indonesia maupun mancanegara atau dari Kementerian Pariwisata Indonesia. Pemerintah cukup getol memperkenalkan Raja Ampat melalui kampanye Pesona Indonesia/ Wonderful Indonesia, banyak dari program video mereka yang melibatkan vloger Indonesia . Coba browsing di youtube deh, banyak video tentang Raja Ampat yang keren abis di sana.

ke raja ampat, braderian ~01520182241..jpg

Raja Ampat punya ratusan pulau, setidaknya habiskan 3 hari di Raja Ampat untuk lebih puas!

Apa yang Brader dapetin di Raja Ampat

Raja Ampat bukanlah destinasi wisata seperti di Bali, yg Brader bisa temukan banyak cara menghibur diri di sana. Di Bali, traveller tidak hanya bisa menikmati pesona alamnya namun juga banyak sekali tempat nongkrong, hiburan malam, cafe, wahana bermain, belanja di pasar tradisonal, pertunjukan seni, dll.

ke raja ampat, braderian ~081901675848..jpg

Raja Ampat punya warna pantai & teluk yang memukau.

Sedangkan di Raja Ampat, Brader hanya menemukan pesona Alam, udah itu aja. Brader HANYA MENEMUKAN pantai yang TAK TERTANDINGI KEINDAHANNYA, hanya menemukan tebing, bukit, telaga, teluk, pulau, pasir, terumbu karang terbaik di Dunia! Jangan berharap Brader bisa temukan lapak Starbuck, atau cafe yg cozy, & hiburan ala orang darat lainnya. Setidaknya ini catatan saya di 2018 ya, Sorong tidak punya banyak tempat hiburan, sedangkan Raja Ampat hanya menyajikan alam yang bijaksana.

Di Raja Ampat sendiri Brader bisa menyewa homestay jika ada rencana menginap. Meski dalam trip saya tak menginap, kami sempat singgah ke Homestay Piaynemo untuk makan siang. Saya pikir singgah di sana berasa luar biasa. Brader bisa bermalam di pulau kecil yg 360° disuguhkan view yg memukau. Pantai dgn pasir putih bersih, laut dengan gradasi warna biru-hijau hingga bercampur dgn pasir putih, tebing yg tampak padat ditumbuhi pepohonan, saya baru melihat alam seperti itu, hanya di Raja Ampat. Tak ada aliran listrik di sana, hanya ada genset emergency, membuat Brader semakin dekat dengan alam. Luar biasanya, Brader bisa memberi makan baby Hiu di sana.

Raja Ampat akan sangat bernilai jika Brader benar-benar seorang pecinta alam & petualangan.

ke raja ampat, braderian ~071916848696..jpg

Salah satu spot, Pasir Timbul.

ke raja ampat, braderian ~021675044534..jpg

Seperti pelancong pada umumnya, foto bareng sama warga lokal itu wajib. Anak-anak Papua!

Entahlah, mungkin orang Papua dianugrahi kondisi fisik yang tangguh. Melihat postur mereka, gigi, dan rambut, tampak tangguh sekali. Sesekali saya melihat mereka (anak-anak) berkelahi, saling baku hantam (namun bercanda). Batin saya, “ini anak kuat-kuat sekali”. Harusnya banyak atlit yang lahir dari Papua.

Konon Raja Ampat adalah surga bagi penghobi Diving & Snorkeling. Saya sendiri sebenarnya belum bisa membuktikan, karena saya bukan manusia air (baca: suka main di laut). Jika Raja Ampat ini diibaratkan sebuah rumah, trip saya ini katanya hanya di teras rumah. Keindahan yang saya lihat, katanya baru di teras rumah aja, belum sampai melihat keindahan di dalam rumah, whhatttt!! Baru di teras aja saya udah ngecesss (baca: berdecak kagum), apalagi kalau sampai berpetualang di ratusan pulau, laut, dan telaga lainnya?!

ke raja ampat, braderian ~09753852048..jpg

Ini view yg sering kita jumpai di material promosi Raja Ampat! ini di Piaynemo.


Pesan Moral

Sesaat di Pelabuhan (sebelum berangkat) saya sempat ngobrol dengan owner operator Rajaampat-Kingfour. Sempat saya beropini, “Seandainya infrastruktur di Sorong, perjalanan ke Raja Ampat semakin baik, pasti semakin banyak traveller yg singgah, ekonomi masyarakat lokal pasti juga akan semakin baik”.

Sejak pemerintahan Presiden Jokowi, tak dipungkiri pembangunan infrastruktur di Indonesia pesat berkembang, begitu juga dengan Sorong – Raja Ampat. Sejak kedatangan saya, beruntung saya mendapati Pelabuhan yg telah diperbaiki dengan konsep lebih modern, namun tetap dengan nuansa lokal. Katanya pelabuhan baru selesai dibangun di Januari 2018. Pembangunan infrastruktur di Raja Ampat juga semakin baik, tempat berlabuh speed-boat tampil sangat bagus. Tak hanya itu, untuk wisatawan yg ingin mendaki ke puncak tebing kini tak perlu harus melalui bebatuan terjal, pemerintah sudah membangun 1000 anak tangga terbuat dari kayu menuju ke puncak. Hebatnya, tangga kayu itu tidak merusah alam, pohon yang tumbuh dibiarkan malang-melintang menembus anak-anak tangga, pemerintah setempat tidak menebang pohon di Raja Ampat!

Namun setelah saya sampai di beberapa destinasi di Raja Ampat, saya berpikir lagi. Raja Ampat adalah kawasan terbaik di dunia yang masih asri & alami. Kawasan ini masih perawan, belum banyak terjamah oleh perusak alam. Ada kekuatiran, kalau infrastruktur semakin baik, semakin banyak manusia yang datang ke Raja Ampat dalam jumlah ribuan setiap hari, tentu resiko perusakan alam juga semakin tinggi. Memang ini terdengar pesimistis, tapi kiprah manusia di Bumi sejauh ini tidak terelakkan, mereka punya sifat merusak alam, sadar maupun tidak sadar. Semoga infrastruktur yg semakin baik di Raja Ampat juga seirama dengan kesadaran kita yg semakin baik menjaga lingkungan.

Nol Sampah, bawa bekal sendiri, jangan nyampah, jangan kotori Raja Ampat..

Ini tugas kita bersama, bukan hanya tugas pemerintah Indonesia atau pemerintah lokal, tapi semua yang berkunjung ke Raja Ampat, siapapun yang mencari nafkah maupun yg mencari kesenangan di Raja Ampat. Jangan terlalu eksploitasi Raja Ampat, buat Raja Ampat tetap asri & alami, tetap bersih, & tetap menawan. Jadilah traveller yang bijak. Jangan nyampah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: