GELIAT E-BIKE DI INDONESIA

Geliat pabrikan memasukkan line-up E-Bike ke dalam pasar Indonesia tampak semakin kuat. Baik pabrikan motor maupun sepeda, keduanya nampak mencoba keberuntungan menggarap market E-Bike. Meski demikian, beberapa merk masih belum terlalu serius.

Brand-brand lokal yang import parts dari Cina nampak lebih berani mempopolerkan motor/sepeda listrik. Brader bisa lihat di beberapa mall, pemain baru cukup agresif menjajakan dagangannya di area non permanen. Dari sisi konsumen sebenarnya banyak yang tertarik dan membelinya karena pabrikan/distributor tersebut cerdik melakukan penetrasi pasar. Mereka lebih mengutamakan produk-produk untuk anak-anak & kebutuhan keluarga, dimana pada market ini konsumen lebih mudah mengambil keputusan membeli. Namun banyak juga konsumen yang masih meragukan durability-nya (karena brand image belum kuat).


Pabrikan Motor

Nah bagaimana dengan pabrikan motor di Indonesia? Nama-nama besar seperti Yamaha atau Honda memang belum menunjukkan niat serius masuk ke dalam market motor listrik. Memutuskan untuk menjual atau memproduksi produk yang mengikuti tren baru tentunya perlu pertimbangan cermat. Apalagi regulasi dari pemerintah tentang motor listrik sepertinya juga belum jelas. Meski demikian beberapa produsen motor seperti Viar dan Gesits nampak mengambil langkah lebih berani.

Baru-baru ini Viar yang dikenal produsen motor niaga roda 3 merilis motor trail E-Cross dengan tenaga listrik. Sebelumnya Viar juga telah merilis skutik bermotor listrik. Brand lokal ini secara nyata lebih berani dan serius nyemplung di kolam motor listrik dibanding produsen Jepang.

Bagi konsumen sepeda motor, E-Cross tampak unik dibanding motor cross berbahan bakar bensin. E-Cross tampil lebih light, seperti sepeda.

Viar memperkenalkan motor listrik: E-Cross. Foto: motoris.id

Produsen motor Piaggio (Italy) telah populerkan e-bike di tahun 2014. Foto: piaggiogroup.com


Pabrikan Sepeda

Di Indonesia, pabrikan nasional Polygon nampak lebih serius menggarap market e-bike. Langkah nyatanya nampak dengan merilis 2 tipe dalam 2 bulan terakhir ini. Di bulan April Polygon telah merilis Path E (urban), dan baru saja minggu lalu video Entiat E (MTB) telah diunggah. Kita tunggu saja, pabrikan sepeda lokal yang lain pasti akan segera menyusul mengingat tren global juga mendukung e-bike semakin berkembang.

Frame Entiat tampak lebih gendut di bagian down-tube karena memuat baterai. Bagi konsumen awam, karena sepeda ini bertenaga motor tak jarang mereka sedikit nyinyir, “ini mah motor!”. Banyak juga yang langsung nge-judge, “e-bike mah buat mereka yang lemah!” Brader termasuk berpendapat seperti itu?


E-bike termasuk sepeda motor atau sepeda kayuh?

Mungkin sebagian dari brader bertanya-tanya, apa yang membedakan e-bike lansiran produsen motor & produsen sepeda? atau justru sama saja? Kami memang sengaja menyebut merk sepeda motor ke dalam sharing kali ini (kami sebut pertama kali dalam artikel ini) supaya Brader aware dengan case ini. Bahwa sebenarnya ada perbedaan konsep e-bike.

Sejauh ini, e-bike diklasifikasikan menjadi pedal-assist dan power-on-demand atau kombinasi keduanya. Pada sistem pedal-assist motor listrik diaktifkan dari effort kayuhan. Sedangkan pada sistem power-on-demand, motor listrik diaktifkan melalui throttle (menarik gas seperti halnya sepeda motor).

Sebenarnya dari sini saja sudah jelas perbedaan antara contoh di atas. Viar E-Cross adalah sebuah e-bike dengan sistem power-on-demand. Untuk menjalankannya, pengguna E-Cross cukup menarik gas. Tidak ada pedal yang digunakan untuk mengayuh. Sedangkan Polygon Entiat E adalah sebuah e-bike dengan sistem pedal-assist atau sering disebut pedelec (pedal electric cycle). Rider tetap butuh mengayuh pedal untuk menjalankannya. Motor hanya sebagai support energi. Bahkan dalam sistemnya terdapat modulasi tenaga yang disalurkan. Semakin besar effort kayuhan, maka motor akan lebih banyak memberikan tambahan energi. Dengan penerapan sistem pedelec, filosofi bersepeda akan tetap terjaga.

Sejak awal memperkenalkan produk, Polygon mengedukasi konsumen dengan menyebut pedelec (bukan e-bike) pada line-up mereka. Hal ini untuk menegaskan bahwa mereka adalah produsen sepeda kayuh.


Baca juga: APA ITU PEDELEC, SAMAKAH DENGAN E-BIKE?


Ok, kembali ke topik. Mengamati perkembangan sepeda global, motor listrik akan terus berkembang mendukung produk-produk inovatif dalam platform yang sangat variatif. Cepat atau lambat, Indonesia akan turut menikmati teknologinya. Kami sangat mendukung pabrikan lokal untuk turut berinovasi dan meramaikan pasar e-bike (terutama dengan sistem pedelec). Maju terus brand lokal!


Bonus, berikut penerapan motor listrik dalam platform yang berbeda:

foto: inhabitat.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: