XTR 9100, BUKAN UNTUK PENGGEMAR JANGKRIK

17.00 sore 25 Mei 2018 di Nové Mesto, Republik Cek, atau pukul 22.00 WIB, Shimano akhirnya secara resmi meluncurkan grupset sepeda gunung kasta tertingginya, Shimano XTR seri 9100.

Sebelum peluncuran tersebut sudah banyak beredar kabar tentang grupset ini, terutama tentang penambahan rentang rasio cassette menjadi 10-51 dan jumlah percepatan menjadi 12 speed. Walaupun sorotan utama dari grupset itu memang menuju ke rasio gigi, inovasi yang disematkan ke grupset tersebut tidak cuma hal tersebut.

Belum beranjak dari rasio gigi, jika merk pesaingnya menggunakan rasio 10-50T untuk rentang rasio 500%, Shimano menggunakan 10-51T untuk rentang rasio 510%. Selain rasio tersebut, Shimano menyediakan XTR 9100 dalam berbagai konfigurasi, dari 1×12 (dengan cassette 10-45T & 10-51T), 2×12 (10-45T), dan 1×11 (10-45T).

Braderian Shimano-XTR-M9100-Scylence-Hyperglide-hubs-12-speed

Beranjak ke hub, Shimano juga memperkenalkan standar body freewheel. Penggunaan gigi dengan rasio 10T membutuhkan desain body freewheel yang berbeda karena standar HG hanya bisa digunakan untuk gigi terkecil 11T. Tidak hanya itu, standar HG yang menggunakan 13 spline mempunyai masalah saat akan dibuat ringan dengan menggunakan material aluminum. Freehub kelas atas yang menggunakan body freewheel aluminum bermasalah saat gigi cassette yang terbuat dari baja menekan dan memahat body freewheel Aluminum yang lebih lunak. Standar Micro Spline menggunakan 23 spline sehingga distribusi beban lebih merata di antara masing-masing spline.

Masih di hub juga, Shimano menyematkan sistem baru, Scylence. Sistem ini memungkinkan gigi terkoneksi setiap 7,6 derajat, atau 48 titik koneksi per putaran roda. Berbeda dengan tren di Indonesia yang masih mencari freehub dengan suara keras, teknologi Scylence ini sesuai namanya tidak bersuara saat digunakan meluncur (coasting). Mekanisme plat yang sama sekali lepas saat meluncur membuat sistem ini tidak bersuara, dan juga meniadakan hambatan yang biasanya diakibatkan pelatuk body freewheel. Umpan balik dari pembalap penguji juga mengatakan hilangnya suara freehub membuat mereka bisa lebih berkonsentrasi dalam memaksimalkan kemampuan sepedanya.

Desain derailleur belakang Shimano XTR 9100 juga menghilangkan swing link, yang biasa digunakan sejak awal desain Shadow. Kemungkinan untuk meningkatkan kekakuan dan mengurangi bobot. Desain ini berarti mematikan desain dropout direct mount yang mulai banyak diadopsi pabrikan sepeda.

Inovasi lainnya juga disematkan Shimano di komponen lainnya. Penggunaan chainring direct mount di crank, perubahan ergonomi di shifter disertai perbaikan pada desain I-spec. I-Spec EV, sebagai pengganti I-Spec II memungkinkan stelan 60 derajat antara shifter dan tuas rem, meningkat dari 15 derajat dan 14mm setelan lateral. Shifter depan 2 speed dibuat lebih simpel dengan menggunakan satu tuas. Demikian pula untuk pengereman, rem XTR 9100 sudah mengadopsi rotor Freeza seperti yang digunakan grupset Dura Ace, serta rem XTR Enduro 4 piston yang diklaim memiliki kekuatan seperti rem Shimano Saint saat presentasi produk Shimano melalui siaran Instagram Livenya.

Berbicara tentang komponen “halo”, atau komponen super mahal, kita berbicara tentang relevansi dari teknologi yang disematkan dari komponen yang pertama kali diluncurkan tahun 1991, dan pembaruan terakhir tahun 2014. Tidak semua orang mampu membeli dan menggunakan komponen kelas atas seperti Shimano XTR 9100 ini. Namun pembahasan teknologi yang disematkan menarik dibahas karena di masa datang standar yang digunakan di Shimano XTR ini akan menurun ke komponen yang lebih bawah (baca: terjangkau). Perubahan itu juga sedikit banyak akan merubah bentuk sepeda, bahkan hingga teknik bersepeda yang baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: