JELAJAH BHUMI: BERSEPEDA UNTUK KEANEKARAGAMAN HAYATI

Brader, lingkungan hidup sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Sayangnya lingkungan hidup yang sangat penting bagi kehidupan kita, kian hari keadaannya semakin memprihatinkan.

Untuk alasan itu, 8 orang pesepeda yang terdiri dari 4 orang wanita (Krisan Dewi AP, Trilara Prasetia Rina, Siti Maemunah, dan Dhetoris Dewi Shinta) dan 4 orang pria (Meilana Dukut Elisdiarto, Dadan Sujana, Maulana Luqman, dan Hamka Turnip) bersepeda dari Jakarta menuju Surabaya sejauh sekitar 1.000 kilometer dalam tajuk Jelajah Bhumi.

Team touring Jelajah Bhumi 2018, berharap bisa bertemu dengan rekan komunitas di tiap kota.

Perjalanan melalui enam kebun raya yang berada di bawah naungan Yayasan Kebun Raya Indonesia. Adalah Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Kuningan, Kebun Raya Baturaden, Kebun Raya Indrokilo (Boyolali), dan Kebun Raya Purwodadi akan dilalui peserta Jelajah Bhumi. Kesempatan ini menjadi ajang silaturahmi dengan komunitas sepeda di daerah tersebut selain diundangnya pemenang penghargaan Kalpataru sebagai pembicara kunci. Perjalanan diakhiri di acara peresmian Kebun Raya Mangrove Surabaya yang akan menjadi kebun raya mangrove pertama di dunia.

Kegiatan yang diselenggarakan 12 hingga 29 April ini adalah penutup kegiatan Jaga Bhumi yang bertujuan mempromosikan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui penggunaan sepeda sebagai kendaraan minim polusi. Seperti dikatakan Sonny Keraaf sebagai Wakil Ketua II Yayasan Kebun Raya Indonesia di acara pelepasan peserta Jelajah Bhumi, “salah satu solusi yang dapat dilakukan kita sebagai warga negara adalah perubahan gaya hidup, dari gaya hidup yang kurang sehat menjadi gaya hidup sehat, dari yang boros sumber daya menjadi lebih ramah lingkungan”.

Misi lain dari kegiatan ini adalah mempromosikan Kebun Raya yang berperan sebagai tempat penelitian, pendidikan, rekreasi, pemulihan kesehatan jasmani dan mental manusia kota, juga untuk keperluan menyadarkan masyarakat tentang perlunya pelestarian plasma nutfah sebagai referensi kekayaan yang penting untuk keperluan ekonomi, sosial, hingga politik.


Mau tahu lebih banyak tentang kegiatan ini? Tinggalkan pertanyaan, pesan, atau hal lain yang ingin disampaikan di kolom komentar karena saya bergabung dengan tim tersebut, dan akan ikut bersepeda mulai dari Bandung hingga finish di Surabaya”, — Gustar Mono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: