PATH-E: URBAN PEDELEC DARI POLYGON

Yes! simpang-siur kabar yang sebelumnya santer dibisikkan di kalangan komunitas sepeda & forum online tentang kemungkinan Polygon Bikes mengeluarkan seri sepeda elektrik akhirnya terkuak. Kabar sebelumnya menyebutkan ada kemungkinan Polygon rilis e-bike di keluarga MTB, hal ini diperkuat dengan adanya informasi bahwa ada seri E-MTB (sepeda gunung dengan mesin elektrik) dipamerkan di Eurobike. Hampir selalu Polygon pamerkan prototype mereka di ajang internasional seperti Taipei Show di Taiwan atau Eurobike di Jerman. Ingat seri-seri inovatif Polygon yang telah dipublikasikan di ajang internasional? Sebut saja Collosus N/T series, Entiat, hingga MTB fenomenal Square One (Xquarone). Jadi, ga salah kalau para bike enthusiast suka menebak tentang produk baru apa yang akan dirilis Polygon dengan cara mengintip event akbar tersebut.

Kalau brader sudah menebak bahwa Polygon Bikes Indonesia bakal rilis E-MTB lebih cepat, maka tebakan tersebut salah brader. Ternyata Polygon merilis E-Bike di bulan April 2018 ini dimasukkan ke dalam family Urban.

Jadi, Polygon baru saja merilis 2 tipe anyar-nya yakni, Polygon Path-E Gent dan Path-EL ady. Path-E adalah hasil pengembangan seri Path yang sebelumnya telah eksis. Polygon Path adalah salah satu seri Polygon yang paling sukses di Internasional, seperti yang kita ketahui pemasaran Polygon cukup bagus di Asia & Eropa.

Gambar yang kami temukan di pameran sepeda, Eurobike. Polygon pamerkan prototype Entiat series dilengkapi mesin elektrik.

Kamipun mencari informasi ke pihak Polygon, apa alasan mereka mengembangkan electric bike?

“Kami berupaya selalu berinovasi, Path-E hadir sebagai jawaban keseriusan kami untuk merangkul konsumen global termasuk Indonesia. Path-E menghadirkan lini produk baru yang memberikan kesempatan untuk bersepeda lebih jauh dan cepat secara effortless dengan sistem power assist yang ada pada sepeda” tegas Devina Susilo selaku Head of Marketing Comunications Polygon Bikes.

Tren industri sepeda selalu berkembang dan dinamis mengikuti permintaan pasar. Dengan berbagai varian sepeda yang ditawarkan, kategori sepeda pedal elektrik atau Pedelec (pedal electric cycle) mulai dilirik dan dikembangkan oleh beberapa pemain di industri sepeda. Baca penjelasan tentang Pedelec di sini. Polygon menangkap potensi tersebut dan merilis seri Pedelec pertamanya secara global, yakni Path-E.

Electric-bike sudah sering kami temui di pasar, bahkan serbuan produk Cina kian tak terbendung, apa yang membedakan e-bike langsiran Polygon dibanding kompetitornya?

Berbeda dengan sepeda listrik yang dapat berjalan tanpa perlu dikayuh , pedelec yang diproduksi Polygon memilki fungsi yang sama seperti sepeda konvensional namun yang membedakan adalah sepeda bergerak dari hasil perpaduan tenaga pedaling dan energi listrik yang dihasilkan oleh baterai pendukung. Sepeda akan menghemat tenaga pengendara sehingga memaksimalkan menjelajah perkotaan yang lebih jauh”, tegas Devina Susilo.

 

April 2018, Polygon Bikes Indonesia menempatkan E-Bike pada family Urban Bikes (preview navigasi polygonbikes.com)

Polygon menjawab kebutuhan urban saat ini dengan menghadirkan Path-E. Pesepeda urban bisa ber-bike-to-work ataupun menjelajahi kota tanpa perlu memikirkan jarak tempuh. Seperti kami singgung di atas, Seri Path sendiri sebelumnya merupakan seri sepeda urban yang dikenal tangguh dalam melibas karakter khas jalan perkotaan, dan kemudian dimodifikasi ke dalam seri sepeda pedal electric cycle atau pedelec.

Path-E juga dirancang dengan mengutamakan aspek ramah lingkungan karena penggerak utama sepeda adalah tenaga dari pedaling yang dilakukan oleh pesepeda dan tidak menggunakan bahan bakar, namun menggunakan baterai Lithium-Ion berkualitas tinggi. Path-E juga akan mendukung gaya hidup sehat dan mendorong rider yang berkemampuan riding dan stamina yang berbeda untuk tetap dapat bersepeda bersama. Untuk rider usia lanjut dan rider yang sebelumnya pernah mendapatkan cidera tidak perlu khawatir untuk bersepeda kembali sama jauh dan cepatnya dengan normal rider dengan sistem power assist dengan Path-E.

Hadir dengan dua preferensi yakni seri lady dan gent, frame dirancang khusus dan menyesuaikan dengan postur tubuh perempuan ataupun laki-laki dengan kenyamanan dan performa lebih maksimal, pedelec memiliki kecepatan maksimum 25 km/jam – hampir sama dengan kecepatan rata-rata mobil di kota besar. Path-E merupakan alternatif transportasi ramah lingkungan yang lebih hemat dan tidak kalah dengan moda transportasi lainnya.

Pedelec memang sangat membantu brader, tapi jangan menyerahkan hidup brader pada pedelec ya, karena bagaimanapun juga batterai juga punya durasi/jarak tertentu untuk selalu prima. Ada beberapa mode pada setingan pedalec yang juga menentukan jarak tempuhnya. Di mode HIGH perkiraan dapat menempuh 70 km, di mode NORMAL dapat menempuh kira-kira 100 km, sedangkan pada mode ECO dapat menempuh 150 km. Besar kapasitas baterai pada pedelec adalah 418 Wh. Untuk mengisi batterai hingga 100%, perkiraan brader perlu waktu 2 jam untuk full-charge.

 

Path-E Series tersedia model Gent & Lady.

Path-E menggunakan frame berbahan alloy yang kuat dan ringan dengan komponen terbaik di kelasnya. Menggunakan sistem motor pada pedelec yang tidak menimbulkan suara bising saat dikayuh atau digunakan, dengan tampilan yang ramping namun dengan bobot yang ringan dan tahan di segala kondisi cuaca. Path-E dilengkapi lampu yang dapat memberikan kemudahan saat digunakan bersepeda di malam hari. Secara tanpilan hadir dengan kombinasi warna hitam dan decal berwarna charcoal untuk tampilan yang lebih casual dan sporty.

Cek juga Video Path-E berikut:


Aman untuk Pengendara

Baterai pendukung (power assist) dibatasi untuk berfungsi maksimal di kecepatan 25 km/jam untuk keselamatan rider dan orang lain. Mesin yang disematkan juga sudah terlindungi maksimal (water resistant) rider tidak perlu khawatir saat hujan atau melewati genangan air, aman brader! Path-E memberikan kendali stabil, performa braking akurat serta akselerasi ke kondisi riding normal lebih mudah guna mengurangi resiko cidera serius bagi pengendara dan orang lain.

Untuk menggerakkan sepeda, rider tetap melakukan gerakan pedaling (fungsi power assist bisa di ON/OFF), asik kan! Terserah kapan brader membutuhkan tinggal ON/OFF. Dengan sistem ini juga bermanfaat untuk kebersamaan bersepeda group yang memiliki kemampuan stamina yang berbeda. Maksudnya, rider usia lanjut atau rider yang pernah memiliki cidera kaki dapat tetap bersepeda dengan stamina yang stabil dan jarak tempuh yang sama dengan pesepeda yang lain.

 


Ramah Lingkungan

Penggerak utama sepeda adalah tenaga pedalling yang dilakukan oleh pesepeda, tak mencemari udara karena tidak menghasilkan CO2 & tidak menggunakan bahan bakar konvensional. Menggunakan baterai Lithium-Ion berkualitas tinggi dengan fungsi fast charging.

 


Setting Terbaik

Bagaimana setting terbaik untuk memaksimalkan kinerja assist system pada pedelec? Mode HIGH wajib disetting saat Brader membutuhkan energi tambahan maksimal; seperti saat Brader harus bersepeda pada tanjakan tinggi dan menguras tenaga. Mode NORMAL wajib disetting saat Brader membutuhkan energi tambahan medium; seperti saat Brader bersepeda santai pada tanjankan ringan dan medan yang datar. Mode ECO wajib disetting saat Brader menempuh perjalan kota yang jauh dan medan yang datar. Ketika pedaling tidak terlalu kuat maka secara otomatis sistem akan mengurangi support namun tetap memberikan dorongan tambahan energi. Mode WALK berguna saat Brader berjalan dengan beban barang yang berat diatas sepeda atau saat menuntun sepeda anda saja.

 

 


Spesifikasi dan harga

Nah yang terakhir, pasti Brader bertanya berapa harga Path-E dijual di Indonesia? Rilis harga di website Polygon Bikes Indonesia, mereka menghargai dengan nilai Rp.36.000.000. Tertarik menebusnya? Jika Brader membelinya, pastikan melengkapi sepeda tersebut dengan keamanan seperti kunci atau dengan sistem keamanan pintar lainnya lainnya. Karena sesaat ada di tangan maling, pencuri bisa ngacir minimal dengan kecepatan 25Km/jam! 😉

AL6 PAVEMENT, 10X135MM O.L.D., IS MOUNT, INTERNAL SHIFTING ROUTEALUTECH ALLOY RIGID FORK
Head Set: POLYGON INTERNAL CAGED BEARING ID:44MM
Stem: ENTITY XPERT, ALLOY, 80MM (41-47), 100MM (50-56)
Handlebar: ENTITY XPERT, ALLOY, 720MM
Rear Derailleur: SHIMANO DEORE XT RD-T8000SGS
Shifter: SHIMANO DEORE SL-T6000-R
Bottom Bracket: SHIMANO DRIVE UNIT DU-E6002
Crank Set: CHAINWHEEL SHIMANO FCE6010 170MM (46-47MM) 175MM (50-56MM), CHAINRING SHIMANO SM-CRE60 44T
Cassette: SHIMANO DEORE CS-HG500, 11-34T
Brake: SHIMANO BL-M365
Wheel Set/Tire: SHINING DB-T280 RIMS WITH ALLOY HUB/ SCHWALBE MARATHON SUPREME, 700X40C
Saddle/seatpost: ENTITY SADDLE, STEEL RAIL/ ENTITY XPERT, ALLOY, 27.2X350MM
Wheel Size: 700C

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: