TIPS MEMILIH PEDAL

Mungkin brader bisa mengingat hukum fisika yang menjadi dasar penemuan sepeda, yakni poros berputar sepeda terletak dari gaya kinetik dari putaran kaki dan pedal yang menggerakkan roda untuk menggerakan melaju kedepan. Terkait mekanisme tersebut, pedal adalah salah satu hal vital mengingat melalui pedal-lah ada transfer energi dari pengendara ke sepeda. Nah kali ini Braderian ingin membahas soal pemilihan pedal yang cocok itu seperti apa?

Pedal menjadi piranti yang vital di sepeda selain kedua roda yang berputar, memilihnya menjadi sangat penting untuk menunjang proses pedaling yang efektif dan efisien sesuai genre dan karakter riding masing-masing. Banyak jenis dan model pedal yang beredar di pasaran baik dari spesifikasi maupun harga yang ditawarkan, tentu hal ini cukup membingungkan brader apalagi jika untuk newbie yang baru memulai hobi bersepeda. Berikut ulasan dari Braderian soal memilih pedal yang tepat yang bisa jadi referensi brader sebelum membeli dan memilihnya.

 


1. Jenis
Pertama yang terlintas pasti pemilihan jenis apa dan korelasi dengan gaya berkendara dan genre apa yang akan dipakai. Jenis pedal di sepeda ada dua macam, yakni cleat dan non cleat atau flat pedal.

Cleat pedal adalah sebuah mekanisme kuncian antara pedal dan sepatu selama bersepeda yang memiliki sistem mendorong dan menarik pedal pada kaki secara bersamaan sehingga serasa menyatu dengan sepeda. Efisiensi pedaling menjadi sangat efektif dengan pemakaian pedal dengan cleat. Dengan cleat pedal biasanya untuk pesepeda yang mengejar efisiensi pedaling untuk sprinting atau kecepatan. Biasanya pesepeda genre roadbike, MTB XC dan tak menutup kemungkinan beberapa rider All Mountain dan DH memakainya untuk lebih bisa mengontrol laju sepeda di medan terjal.

Pedal carbon yang dilengkapi dengan cleat

Sedangkan flat pedal atau non cleat merupakan pedal dengan mekanisme lebih sederhana, yakni memiliki lapisan kasar atau beberapa pin yang bisa menjadikan permukaan pedal tidak licin dan menancap erat pada sepatu namun tanpa memiliki sistem kuncian seperti pedal cleat. Pedal jenis ini jamak dipakai beberapa pesepeda newbie, atau sebaliknya juga dipakai para profesional. Pedal ini biasanya digunakan dengan riding style yang mementingkat fleksibilitas kaki lebih diatas pedal seperti genre dirtjump atau freeride. Pedal flat lebih dinamis untuk dipakai di medan yang memerlukan body waving di bagian kaki yang lebih baik, namun efisensi kayuhan kurang efektif jika dibandingkan pedal cleat.

Jadi memilih flat atau cleat, ditentukan dari tujuan brader sepeda, apakah efisiensi pedalling untuk mengejar kecepatan atau lebih pada fleksibilitas berkendara.


2. Bahan
Hal ini sangat berkorelasi dengan spesifikasi, peforma dan harga. Beberapa jenis pedal memiliki beragam jenis bahan yang banyak beredar dipasaran, baik dari merk maupun harga. Spesifikasi bahan termurah memiliki bahan penyusun utama dari plastik dan besi. Material plastik dan besi umumnya banyak digunakan pada lineup sepeda untuk komuter dan beberapa sepeda gunung yang murah. Bahan ini cukup berat dan kurang kuat untuk diajak main lebih kasar jika berbahan plastik. Kurang direkomendasikan untuk medan yang terjal dan banyak obstacle karena akan gampang rusak.

Alloy atau aluminium memiliki rentang harga dan spesifikasi yang luas untuk soal jenis bahan penyusun di pedal sepeda, mulai alloy seri tertentu dari yang teringan dan terberat dari segi bobot, maupun proses pembuatannya yang beragam yang tentu mendongkrak harga. Pedal alloy harga 100-300 ribuan memiliki spesifikasi alloy dan proses pembuatan yang berbeda dengan pedal alloy harga 1 juta keatas. Harga pedal juga sangat dipengaruhi dari bagaimana proses produksi (misal pengunaan CNC) pedal tersebut dibuat, bagaimana mekanisme pedal tersebut, dan spesifikasi hardwarenya yang digunakan.

Spank Spike (Flat pedals), ,menggunakan pin supaya sepatu menapak lebih baik. Foto: Scoop.it

Yang terakhir adalah bahan carbon dan titanium, material ini memiliki spesifikasi yang mengejar bobot ringan namun kuat dalam soal durabilitas. Bahan carbon biasanya terdapat di pedal cleat roadbike atau beberapa lineup merk di MTB yang bisa berkisar bobot di angka 300gram sepasang. Karakter carbon yang kaku menjadikan setiap kayuhan menjadi sangat stiff, ditambah spindle yang berbahan titanium yang semakin mengurangi bobot pedal. Namun perlu diingat bahwa penggunaan pedal bahan ini hanya disarankan untuk bobot pesepeda tak lebih dari 95 kg an. Bisa dipastikan, pedal berbahan carbon atau titanium pasti mahal! biasanya hanya dipakai oleh para profesional atau rider berkantong tebal!

Manufaktur. CNC pada proses produksi pedal.


3. Ukuran
Ada istilah semakin besar luas penampang, semakin ringan juga mengoperasikannya. Dalam artian semakin besar luas penampang pedal semakin ringan pula handling sepeda dan power kayuhan menjadi semakin besar. Hal ini mengacu pada genre sepeda apa yang dimainkan? Biasanya pesepeda XC lebih kecil luas penampang pedal untuk mengakomodasi bobot dan power pedaling yang efisien dan berbanding terbalik dengan rider DH dan dirtjump yang butuh penampang pedal yang jauh berbeda secara ukuran untuk mengakomodasi handling dan pengendalian lebih efektif untuk medan-medan yang cukup terjal. Ukuran yang berbeda-beda tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, jadi pilih yang cocok untuk brader agar peforma pedaling tetap terjaga.

Clipless pedal untuk MTB. Foto: mountainbikepedal.com


4. Spesifikasi hardware
Spek tiap pedal dalam rentang harga yang beragam tentu memiliki keragaman pula dari sisi hardware dan teknologi. Paling sederhana, pedal menggunakan poros sederhana dengan sistem bushing atau bearing. Semakin sederhana biasanya membuat perputarannya sedikit lebih berat. Pada tingkat advance, kualitas bearing atau bushing tersebut ditingkatkan atau menerapkan mekanise advance yang tersemat di dalamnya berfungsi untuk membuat putaran yang ringan.

Anatomi pedal.

Mulai dari bearing ABEC terendah sampai tertinggi, atau bearing bola gotri besi sampai ceramic, atau dengan tambahan poros berupa penyematan bushing dari yang lapisan biasa sampai penggunaan teflon dan polymer tertentu. Mekanisme hardware tersebut memberi gambaran kualitas dan harga pedal.

Jadi, sudah pilih pedalmu brader? Yang penting, keep on pedaling!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: