TIPS MEMBELI FORK BEKAS

Brader, parameter utama pendukung kenyamanan dan performa bersepeda diantaranya adalah frame, roda, dan suspensi. Jika brader memilih framesize yang tepat dan sesuai dengan tubuh brader kemudian geometry yang sesuai dengan genre/ riding style brader maka kanyamanan bersepeda, manuver yang cekatan di lintasan, dan handling yang mantab akan mudah didapat. Begitu juga dengan bagian roda, pemilihan ban yang tepat sesuai karakter medan menjadi penentu efisiensi bersepeda. Apakah tapak ban yang lebar atau ramping, profile kembangan bang, kelenturan, dll kemudian wheelset yang presisi dan material yang ringan juga turut menyumbang kenyamanan bersepeda. Nah, satu bagian lagi yang vital adalah suspensi!

Terutama pada MTB, suspensi bisa melekat pada frame bagian belakang (rear suspension) atau pada depan atau fork (front suspension). Nah artikel Braderian kali ini akan bahas mengenai fork dengan suspensi. Fork dengan suspensi, piranti peredam guncangan ini sangat vital keberadaannya di sepeda gunung modern saat ini.

Umumnya sepeda bawaan pabrik menggunakan fork dengan fungsi yang standar, itu mengapa sebagian dari penghobi sepeda memilih upgrade untuk mengejar performa yang lebih baik dalam bersepeda. Namun kadang keinginan untuk mendapatkan fork yang lebih baik diimbangi juga dengan harga beli yang tinggi pula. Teknologi yang lebih maju pastinya juga membuat harga semakin mahal.

Ada berbagai jenis dan tipe dari berbagai merk yang ada di pasaran. Dari yang memiliki mekanisme pegas per (spring) yang dikenal bandel dan tipe air spring atau yang memiliki mekanisme udara yang lebih ringan.

Dalam pembicaraan di kalangan sesama pesepeda, harga menjadi faktor yang paling sering dibicarakan, maklum karena harga juga menjadi penentu brader mendapatkan kualitas barang. Untuk mensiasatinya, supaya mendapat barang yang bagus tapi harga miring, maka mencari barang second hand bisa jadi solusi terbaik. Berikut tips membeli fork bekas.


1. Periksa kondisi luar/tampilan fork.

Ini berguna untuk melihat kepresisian fork apakah masih layak, kondisi decal dan cat apakah ada goresan atau bahkan retak. Hindari membeli fork bekas dengan goresan atau retak di daerah arch atau bagian penghubung antara dua tabung fork. Cek juga panjang sterer-tube apakah sesuai dengan frame brader panjangnya.

Anatomi suspensi depan (fork)


Baca juga: COIL VS AIR SHOCK


2. Cek apakah sudah pernah dibongkar?

Ini yang sering jadi kesalahan pembelian fork bekas yakni jarang atau bahkan tak mengerti bahwa fork yang sejak penggunaan baru tak pernah dibongkar justru patut dicurigai. Mungkin penjual memberikan jawaban “Kalau tidak rusak ngapain dibongkar? Ini sejak baru tak pernah dibongkari kok.” Nah ini yang perlu diwaspadai!

Fork adalah mekanisme “saling menutup” dengan bantuan seal-kit berbahan karet, umur karet dan ketahanan akan kotoran selama dipakai ada batas dan waktunya. Jika mengumpul di bagian dalam fork karena tak pernah dibongkar akan menjadi masalah tersendiri dari segi peforma dan kondisi stanchion fork bagian dalam. Pasir yang menempel di dalam fork bisa menyebabkan gesekan, ibarat seperti amplas di bagian dalam fork dan mengikis bagian yang lain. Jika seal-kit sudah berumur akan memperbesar kemungkinan fork bocor, seperti pada tipe air suspension.

Nah, jadi cermat sebelum membeli brader! Biar gak nyesel ntar. (23)


Baca juga: NAILD-R3ACT: TEKNOLOGI POLYGON XQUARONE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: