KOPI, BAHAYA TERSAMAR?

Kopi memang sangat lekat dengan gaya hidup saat ini brader, bahkan ada ungkapan, “Hari belum dimulai tanpa secangkir kopi”. Seringkali kita mendapatkan informasi tentang kopi mengenai hal positifnya saja, namun benarkah demikian? Apakah tidak ada efek negatifnya sama sekali?

Sebelum mengungkapnya, coba kita sedikit review perkembangan kopi dari zaman old ke zaman now. Jika kami boleh membuat milestone perkembangannya, tren atau kebiasaan Ngopi saat ini sudah memasuki gelombang ketiga.

Gelombang pertama adalah era dimana manufaktur meng-eksploitasi lahan. Dunia bisnis saat itu berfokus pada bagaimana cara memperluas perkebunan kopi dan produksinya. Bahkan jika ketika kita menengok kembali sejarah, penjajahan yang pernah terjadi di negeri kita ini salah satu tujuannya untuk mendapatkan hasil bumi. Salah satu hasil bumi yang dicari adalah yaitu kopi.

Gelombang kedua adalah era kopi instan, dimana banyak pemikik brand berlomba menciptakan “kopi tinggal seduh”. Aneka varian bermunculan dari kopi bubuk tradisional, kopi susu gula, latte, cappuccino, dll yang serba instan. Kopi menjadi sajian praktis karena sudah ada dalam bentuk sachet, tinggal tuang air panas, jadilah secangkir kopi nikmat.

Gelombang ketiga adalah era zaman now dimana cafe dan warkop (warung kopi) menjamur di setiap sudut kota. Mereka menawarkan segala macam varian berbahan dasar kopi. Apakah mengunggulkan otentiknya, proses, atau penyeduhannya semua berupaya merebut hati pelanggan. Di zaman ini ngopi bukan sekedar minum, tapi masuk dalam ranah gaya hidup, cara berkehidupan sosial, bahkan sebagian menggunakannya sebagai cara menunjukkan prestige.

Apakah brader termasuk penikmat kopi sebelum atau setelah berolah-raga?

Sebagian orang, ngopi kini menjadi candu, susah ditinggalkan, menjadi syarat atau introduksi sebelum melakukan aktifitas yang lain. Saking lazimnya kita meminum kopi, sampai-sampai sebagian besar dari kita tak menyadari bahaya sebenarnya.

Taukah brader, ada berbagai bahaya tersembunyi di balik secangkir kopi nikmat. Terlebih yang dikonsumsi secara rutin dan berlebihan, please di-highlight ya “jika dikonsumsi secara rutin dan berlebihan”.

Menguras Cairan Tubuh

Kafein yang terdapat dalam kopi memiliki efek diuretik. Efek diuretik kopi bahkan dapat menguras cairan tubuh tiga kali lipat dari jumlah kopi yang diminum. Artinya, minum secangkir kopi membuat tubuh deflsit cairan tiga cangkir. Jangan meminum kopi tanpa menambahkan air putih setelahnya. Jadi supaya tubuh kembali netral, segera tebus dengan tiga cangkir air pasca minum secangkir kopi.

Tiga cangkir air ini sebenarnya hanya untuk menebus hilangnya cairan akibat secangkir kopi yang brader minum, belum termasuk kebutuhan harian akan air sekitar 2,5 liter per hari. Padahal banyak orang terbiasa minum kopi lalu malas minum air. Bisa dibayangkan betapa dehidrasinya tubuh dalam kondisi seperti itu. Hal inilah yang paling keliru.

Bisa dibayangkan juga betapa “hausnya” tubuh kita jika brader memiliki kebiasaan ngopi sebelum aktifitas yang biasanya menguras cairan seperti olahraga lari, bersepeda, dll. Ngopi diantara aktifitas tersebut boleh saja, namun harus diimbangi konsumsi air putih yang cukup.


Menambah Kecemasan

Bahaya yang lain? Asupan kafein dalam jangka panjang dapat menyebabkan kecemasan dan gangguan pola tidur. Asosiasi Psikolog Anlerika mengaitkan bentuk tertentu dari kecemasan dan gangguan tidur dengan efek kafein. Meski terkadang ada kepentingan untuk meningkatkan adrenaline dalam kebutuhan sesaat atau pemanfaatannya untuk olahraga, namun tidak dianjurkan dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang.

Meningkatkan Gangguan Pria & Wanita

Kafein juga meningkatkan risiko gangguan-gangguan kesehatan pada pria dan manula. Studi menunjukkan bahwa kafein meningkatkan risiko gangguan prostat dan kemih pada pria. Pada wanita, fibrocystic breast disease juga terkait dengan konsumsi kafein. fibrocystic breast adalah benjolan atau gumpalan pada payudara, payudara terasa agak bengkak, dan terkadang nyeri. Pre Menstrual Syndrome, osteoporosis. masalah-masalah kesuburan, low birth weight infants, dan masalah-masalah menopause juga makin diperparah oleh kafein.

Lalu bagaimana sebaiknya?

Sebagian sumber mengatakan, idealnya memang kopi tak lagi perlu dikonsumsi. Namun jika begitu sulit menghentikannya, setidaknya konsumsi sesekali saja dalam jumlah kecil atau bisa juga mengonsumsi minuman pengganti misalnya teh herbal yang terbuat dari jahe, serai, kayu manis, dan bahan lainnya yang lebih aman. Brader akan mendapatkan manfaat kopi jika mengkonsumsinya dalam jumlah yang tepat & sesuai kebutuhan, jangan meminumnya untuk sehari-hari.

Sumber: Food Combining, Widyanti Yuliandari. sprudge.com. featured photo: rapha.cc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: