SHIMANO DEORE XT Di2: DIGITALISASI SISTEM PERCEPATAN MTB

Perkembangan sepeda gunung (MTB) pada dekade terakhir ini sangat pesat, mulai sistem suspensi depan dan belakang, sistem percepatan multispeed, dropper seatpost dan bahkan digitalisasi dengan pengembangan inovasi yang telah ada sebelumnya dari proses mekanis ke digital. Shimano yang telah dikenal pesepeda Indonesia sejak lama telah menelurkan inovasi-inovasinya di lineup Mountain Bike mereka, dari mulai pionir Shimano Pedaling Dynamic atau dikenal SPD yang merupakan mekanisme pedal cleat di dunia MTB, sampai sistem percepatan multispeed sampai menginjak 11speed yang menuntut range lebar dan beragam untuk pesepeda gunung dengan kebutuhan rasio gear yang beragam untuk menghajar tiap obstacle di lintasan.

Awal 2013-an Shimano mulai mengembangkan inovasi Di2 atau perangkat percepatan elektronis mereka, yang merupakan pengembangan lanjutan dari sistem serupa di lineup roadbike dengan tipe Dura Ace sebagai pionirnya. Shimano XTR Di2 pun jadi awalan yang bagus untuk Shimano menelurkan inovasi tersebut di ranah “sepeda tanah” yang cenderung dekat dengan hal durabilitas dan beragam kondisi yang musti dilahap drivetrain elektronis yang memang dari sistem kerjanya peran elektrik menjadi hal utama dan sangat kurang bersahabat dengan “lahan bermain” MTBers.

Namun hal ini mampu dibuktikan Shimano lewat Shimano XTR Di2 nya dengan sederet review positif dan feedback bagus dari pengguna maupun atlet yang mereka sponsori.

Sukses dengan XTR Di2 nya, sepertinya “hobi” Shimano untuk meng-tickle down atau menurunkan teknologi teranyar mereka ke lineup lainnya juga berlaku pada drivetrain XTR Di2 ini. Shimano Deore XT Di2 sukses diluncurkan dan diperkenalkan ke pasaran pada pertengahan 2017 sila.

“Dengan sistem yang sama namun dengan kisaran harga yang lebih terjangkau untuk pasar” jelas Sugi, Staf distributor Shimano Indonesia menambahkan.

Deore XT Di2 dipasarkan di Indonesia mulai akhir 2017 silam dan mulai mengekspansi pasar drivetrain elektronis yang tentu lebih terjangkau dengan kisaran angka 12 juta untuk kit set Di2 nya, lebih murah 4jutaan ketimbang lineup kit set XTR Di2.

Kit set Deore XT Di2 berisi batterai kit, shifter front dan rear, front deraillure, rear deraillure dan charger kit. Feel smooth untuk sistem perpindahan gigi depan maupun belakang menjadi gacoan utama sistem Di2 ini sendiri, brader tak perlu terlalu keras untuk hanya sekedar memindahkan FD dan lebih ringan dalam perpindahan RD. Selain itu sistem auto syncro menjadi point penting dalam sistem perpindahan gear di sepeda multispeed. Pesepeda kadang kurang atau belum paham soal tingkat rasio yang berbanding lurus dengan lonjakan kecepatan dan feel RPM di pedaling, dengan fitur ini brader bisa tetap mejaga konstan lonjakan atau penurunan kecepatan yang tak terlalu besar dengan penyesuaian otomatis antara posisi gear di FD maupun RD sesuai kebutuhan ketika shifting.

Sistem elektrik tentu yang menjadi pertimbangan pesepeda adalah soal durabilitas terhadap air maupun guncangan, pihak shimano telah mengklaim produk mereka bebas kuatir dari hal tersebut dengan menggaransi lineup Di2 mereka dan untuk pengecekan kondisi sebelum bersepeda pastikan sambungan kabel dari socket yang terpasang selalu dalam kondisi karet penutup socket dalam keadaan prima dan terpasang sempurna. Diklaim mampu bekerja di pengoperasian batterai selama kurang lebih 2000 km bisa menjadikan sistem ini hemat energi namun selalu pastikan kondisi batterai di panel yang disertakan shimano di kit set mereka.

Apa saja isi kit set dari Shimano Deore XT Di2 ini, berikut beberapa lineup nya.

Shimano deore XT Di2. Shifter set dan Display.

Secara bentuk shifter XT Di2 ini mirip dengan bentuk dari shifter XTR Di2 yang memiliki bentuk tuas atas dan bawah dan sistem clamp seperti shifter mekanis, namun untuk indikator posisi gear. Shimano menjadikannya terpisah namun dengan tampilan display yang 2 in 1 antara shifter kanan dan kiri dalam satu display yang juga bisa di set auto sleep untuk menghemat konsumsi batterai.

Display layar menampilkan posisi gear depan dan belakang disertai dengan angka-angka posisi rantai berada di gear keberapa, selain itu tampilan display juga menginfokan status batterai dalam kondisi perlu dicharge ulang atau penuh untuk menghindari shifting mati karena batterai habis dan jelas tak akan bisa beroperasi.

Oh iya.. untuk beda dari XTR Di2 sistem elektonik yang tercover di display bisa disyncron kan ke gadget dengan sambungan bluetooth tanpa menyambungkan dengan kabel dan komputer seperti XTR Di2 untuk mengecek kondisi drivertrain ataupun menyetel nya.

Front Deraillure

Front Deraillure, Shimano Deore XT Di2

Berbentuk tak jauh beda dengan Deore XT mekanis seri m8000, namun yang cukup memberi bentuk beda adalah kotak hitam mekanisme elektronis di atas swing FD. Dengan fitur auto trimmer membuat rantai akan otomatis tak bersentuhan dengan plat FD ketika proses shifting dan itu cukup membantu agar rantai tak terhambat gerakannya oleh plat FD kalau-kalau terjadi cross ratio selain operan FD akan pindah otomatis jika terjadi cross ratio yang cukup ekstrem. Mekanisme elektriknya cukup waterproff selama karet socket kabel yang berhubungan dengan shifter tetap tertutup rapat.

Rear Deraillure

Rear Deraillure, Shimano Deore XT Di2

Sistem percepatan 11 speed, punya dua tipe yakni medium dan long cage, shadowplus technologi yang dilengkapi sistem clutch untuk mengunci gerakan body pulley agar tak bergerak yang bisa membuat rantai menjadi tak stabil posisinya, dan tentu sealed bearing di kedua pulley yang diklaim shimano lebih low friction dibanding seri sebelumnya. Masih sama seperti mekanisme FD yang mengharuskan karet penutup socket tetap terpasang presisi agar air dan lumpur tak mengkontaminasi mekanisme elektriknya, RD yang mampu menjangkau profil sprocket terbesar shimano (46T) ini tergolong cukup ringan namun dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada XTR Di2 sendiri.

Menurut distributor Shimano, untuk mensetting drivetrain ini perlu dua macam langkah setup yakni secara manual seperti drivetrain mekanik pada umumnya dan sistem elektris dengan menyambungkan lewat aplikasi atau disambung dengan socket ke perangkat PC atau laptop.

Impresi

Proses shifting shimano Di2 dengan tampilan panel digital untuk menampilkan info soal posisi rantai

Proses shifting yang smooth, feel yang berbeda dari shifter mekanik, dan tentu inovasi elektrik yang bakalan mencuri perhatian brader jika meminangnya akan jadi poin penting Shimano Deore XT Di2 di hati para MTB enthusiast. Cocok untuk proses shifting spontan di medan terjal tanpa kuatir terjadi “ghost shifting” atau bahkan loncatan berlebih sewaktu mengoper yang bisa diatasi dengan fitur auto triming, bahkan kecepatan tetap bisa dijaga dengan fitur Auto Syncro dari Di2 untuk yang peduli soal lonjakan kecepatan akibat pengoperan gear depan sehingga posisi gear bisa tetap di tempat yang seharusnya dan tak ada lagi cerita salah oper dan cross shifting chain.

Dengan bandrol kurang lebih duabelas jutaan untuk kitset (RD, Batterai, FD, Shifter, dan LCD Indicator shifting rasanya cukup layak untuk grupset elektrik yang jelas akan sangat membantu selama diatas roda sepeda dan tentu akan menaikkan upgrade sepeda brader jdi lebih inovatif soal teknologi yang menempel di sepeda. Brader bisa mengontak Rodalink atau distributor Shimano Indonesia untuk lebih jelas tentang ketersediaan produk Shimano Deore XT Di2 ini. (Yudistira)

Jargon Buster.
Pedal Cleat: Mekanisme pedal yang terintegrasi dengan sepatu dengan mengaitkan sepotong lempengan logam di bawah sepatu dengan mekanisme kuncian di pedal yang bisa disetup tingkat daya cengkraman.

Auto Syncro: Sistem elektris di grupset Shimano Di2 yang memungkinkan posisi rantai selalu lurus dan tidak bersilangan antara crank depan dan sprocket belakang.

Ghost Shifting: Proses pengoperan yang terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya proses shifting terlebih dahulu, biasanya karena kesalahan setting shifter, RD maupun FD.

Cross Ratio: Posisi rantai yang bersilangan antara gear crank depan dan sprocket belakang yang berakibat kurang efisiennya power yang dipakai atau akan membuat umur RD semakin pendek karena posisi yang bersilangan tersebut.

Auto Trimming: Pengotomatisasi posisi FD terhadap rantai ketika selesai proses shifting sehingga plate FD dan rantai tak saling bergesekan dan menimbulkan resistance pada pedaling.

Pulley: Gear penggerak rantai yang biasanya terletak di RD dan ada biasanya memiliki dua macam mekanisme penggerak, yakni sistem bushing dan sealed bearing.

Foto: Dok Braderian
Thanks to Shimano Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: