NAILD-R3ACT: TEKNOLOGI POLYGON XQUARONE

NAILD-R3ACT, Harmoni di Tanjakan dan Turunan.

Kemarin media sepeda baik luar maupun dalam negeri dikejutkan dan dihebohkan dengan peluncuran sepeda tipe terbaru bertravel fork 180mm dari Polygon dengan label Square One EX. Member di forum-forum sepeda luar negeri pun banyak berkomentar tentang sepeda ini terutama dari hal penampilan, ada yang suka namun ada pula yang sebaliknya. Proses pengembangan sepeda ini sendiri sudah melalui proses panjang hingga jadi produk final yang sekarang dengan bantuan dari tim global development Polygon yang ada di beberapa negara dan disematkannya teknologi mekanisme suspensi bernama NAILD R3ACT-2Play System.

Darren Voss, Founder NAILD Technology. Polygon memilihnya sebagai partner kolaborasi teknologinya

Apa itu NAILD-R3ACT?
Teknologi yang dikembangkan oleh Darrel Voss ini merupakan sebuah mekanisme “lengan ayun” suspensi belakang sepeda yang beda dari kebanyakan teknologi suspensi di dunia. Mungkin Brader mengenal teknologi VPP, Maestro, FSR, Excentric Pivot, DW-Link dan lain sebagainya.

Nah konsep dari kinerja NAILD ini sebenarnya mendobrak hukum ke 3 Newton yakni “setiap gerakan memiliki keseimbangan dan reaksi berlawanan” yang mana efisiensi pedaling namun reaktif ketika menerima impact di medan menurun dipertaruhkan disini. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Penyematan inti/core di dalam mekanisme kinematik yang membuatnya bisa melakukan walau rancang bangun sepeda menggunakan bentuk “Monostay” seperti yang ada pada Square One EX. Penggunaan “pipa” sliding 43mm yang aktif ketika menerima impact dan tertanam di bagian atas bottom bracket membuat sepeda tak mengalami gejala boobing dan tetap reaktif menerima impact dengan bantuan mekanisme sliding tadi dan peran lingkage tentunya.

Ketika menerima impact, shock stroke tak langsung menyalurkan ke center of grafity frame, namun di “isolasi” menggunakan slidding sehingga rantai tetap “terjaga”

“pipa slidder” yang tertanam dan menjadi inti mekanisme suspensi di Square One

Memang sepeda dengan bentuk “monostay” sering dianggap ketinggalan zaman karena awal mula sepeda full suspension diciptakan dengan bentuk seperti ini namun kurang bisa mengakomodir penghilangan gejala boobing pada rantai. karena biasanya sepeda dengan beragam jenis mekanisme lengan ayun/lingkage dan suspensi belakang akan diandalkan fitur-fitur seperti rebound damping, lock atau compression. Di NAILD ini peran suspensi bisa “diakali” sedemikian rupa sehingga bisa tenaga kinematik yang dihasilkan bisa efektif.

Polygon Square One telah berubah nama menjadi Polygon Xquarone

Jadi simplenya mekanisme di Square One semacam mengadopsi bentuk fourbar lingkage “mini” namun dengan bentuk rear triangle monostay dengan penyematan “inti” yang menjadikan konsep rear triangle yang ada selama ini rawan boobing bisa diatasi. (23)

 


Update: Artikel ini dirilis Braderian pada bulan April 2017, sedangkan perkembangkan terkini Polygon Square One telah berubah nama menjadi Polygon Xquarone.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: