INDONESIAN URBAN DOWNHILL: NEW SELO

Boyolali – New Selo ditunjuk sebagai lokasi kejuaran putaran pertama Indonesian Down Hill Urban pada 4-5 Maret 2017. Selo sendiri adalah salah satu kecamatan di kabupaten Boyolali, terletak di kaki Gunung Merapi sebelah timur. Dalam rekam jejaknya, kecamatan ini rentan terhadap bahaya letusan Gunung Merapi, menjadikan kontur geografis di New Selo menarik sebagai lokasi ajang kompetisi sepeda paling ekstrim di Indonesia ini. Tak salah, terdapat kecuraman dan tantangan yang terbilang sangat ekstrim. Karakter lintasan berupa perpaduan jalan cor, aspal, tanah padat dan tanah pasir dengan panjang lintasan kurang lebih 1,35 km menjadikan event ini sangat menarik!

Kejuaraan IDH Urban New Selo Boyolali kali ini bersamaan dengan awal Polygon PVR Team menurunkan timnya untuk bertanding di antara team dan professional rider yang lain seperti 76 Team. Polygon PVR Team menurunkan 6 atlit dikelas yang berbeda; 2 atlet di kelas Men Elite atas nama Yavento Ditra Paranata dan Dedik Handika, sementara 1 atlet di Women elite atas nama Nining Purwaningsih, di Master D atas nama Suprapto Degan, Men Sport B atas nama Sirdayyan Labib dan yang terakhir di Master C atas nama Muhamad Heriyanto.

Tidak hanya kelas men elite yang seru, kelas men sport pun tak kalah sengit!

76 Team dengan Polygon masih menjadi team yang mendominasi kemenangan

76 Team tetap menjadi tim yang tangguh

Di kelas Men Elite persaingannya sangat ketat karena diikuti oleh beberapa rider yang dikenal tangguh, diantaranya Khoiful Mukib dari atlet 76 Team yang tahun lalu menyandang juara umum nasional, Muhamad Abdul Hakim dari atlet 76 Team yang tahun lalu juga menyandang juara 3 Nasional, dan satu lagi Hildan Afos Katana dari Adrenaline Factory Team yang tahun lalu menjadi juara 4 Nasional.

Sudah diprediksi sebelumnya, dengan turunnya para pro-rider tersebut kompetisi berlangsung sengit, ditambah cuaca yang mulai seeding run semakin tidak bersahabat menjadikan tantangan tersendiri bagi seluruh peserta. Situasi tersebut memaksa setiap rider harus mengatur strategi untuk mencapai hasil yang maksimal. Pemilihan jenis sepeda dan ban harus tepat, apakah menggunakan sepeda DH (Downhill) dengan fork “doublecrown” atau AM (All Mountain) dengan fork “singlecrown” termasuk pemilihan race line yang strategis. Di seeding run (baca: semi final) Atlet Polygon PVR Team atas nama Dedik Handika memberikan kejutan dengan menempati urutan ke-2, sementara Yavento Ditra Paranata harus puas menempati urutan ke-16 karena harus terjatuh dan terlilit raceline di sproketnya yang membuat laju sepedanya terlau berat. Selain itu, Nining Purwaningsih dengan sepeda Polygon mencatatkan waktu terbaiknya dengan berada diurutan ke-1.

Surprise! Nining dengan tim baru dan sepeda barunya bisa merebut juara 1 kelas woman elite! Selamat Polygon Bikes ID PVR FOTO Gallery

Fresh! Tim baru Polygon PVR Team. Ditra Pranata Suprapto Degan turut bergabung dalam tim ini.

Cuacanya tiba-tiba berubah saat final race, strategipun harus berubah, beberapa rider telah mengganti ban mereka. Hasil akhirnya, podium 1 dan 2 berurutan direbut oleh Khoiful Mukib dan Muhamad Abdul Hakim dari 76 Team dengan sepeda Polygon. Di Posisi ke 3 ditempati oleh Bagus “Kenthoss” dari A Class Factory Racing dengan sepeda Specialized. Atlit Polygon PVR Factory Team atas nama Yavento Ditra Pranata berhasil memperbaiki waktunya dan bertengger diurutan ke-4. Untuk dikelas Women elite yakni Nining Purwaningsih tetap tak tergoyahkan berhasil memperbaiki waktunya sekaligus mengukuhkan sebagai jawara dikelasnya.

/Les

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: