FACTORY VISIT: POLYGON BIKES

Familiar dengan brand Polygon? Braderian kali ini punya kesempatan berharga berkunjung di pabrik sepeda terbesar di Indonesia yang berdiri sejak 1989. Pabrik yang terletak di Kawasan Industri Wadungasih, Buduran, Sidoarjo ini memiliki dua “plant” untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi baik pasar lokal maupun mancanegara.

Headtube yang masih RAW, Polygon memproduksi mandiri setiap elemen pada frame.

Brand Polygon sendiri sudah melegenda di pesepeda Indonesia dan Asia Tenggara yang pada beberapa tahun belakangan membidik pangsa eksport baik Asia, Eropa, Australia dan beberapa di Amerika. Jumlah produksi per hari yang bisa mencapai 900 unit sepeda dibagi menjadi beberapa row untuk manajemen produksi yang efektif dan efisien. Pemilihan bahan yang berkualitas, ditambah proses quality control yang ketat membuat pasar mancanegara menyambut positif produksi dari PT. Insera Sena ini.

Bagian paling awal dalam proses produksi, pipa yang masih utuh dipotong potong menjadi bagian kecil sesuai kebutuhan.

Welding bagian frame membutuhkan presisi yang tepat, sebelum membutukan proses alignment untuk memastikan penyambungan yg akurat.

SDM yang memadai dan teknologi yang mutakhir seperti Parts Warehouse yang dimanajemen dengan sistem komputer, pengecatan dengan metode induksi, heat temppered berteknologi tinggi membuat efisiensi dan efektifitas produksi meningkat.

Bahan mentah aluminium alloy atau besi dibentuk dan dipotong sedemikian rupa sesuai bentuk tipe sepeda yang akan diproduksi. Tahap pengelasan dengan welding jig dan finishing welding membuat tingkat presisi dan bentuk sepeda yang berkualitas, selanjutnya sebelum memasuki tahap painting frame akan dithreatment. Oh iya untuk threatment ini sendiri adalah satu dari sekian rahasia pabrikan sepeda termasuk Polygon untuk membedakan dari segi kualitas dari merk kompetitor lainnya.

 

Spesifik! Quality Control!

Kamu pecandu sepeda, ini bagaikan surga dunia! Haha … baaaanyak!

Lanjut ke tahap painting atau pengecatan yang dilakukan dengan sistem robotik sehingga menghemat biaya dan waktu. Sedangkan untuk tahap akhir adalah perakitan yang dibagi menjadi beberapa line dan dikerjakan secara handmade dan profesional.

Setiap detik adalah nilai, 1 line berjalan, dikerjakan tenaga terampil dgn cepat. Kami lihat ada beberapa line, salut!

Para antusias roadbike pasti mengenalnya, meski entry level carbon bike, Strattos S7 termasuk dikerjakan dgn special. 1 sepeda dikerjakan oleh 1 tenaga ahli, ruangan ini untuk merakit tipe high end.

Bend RIV, sepeda touring terbaru Polygon! Jadi pada proses produksi terdapat sepeda sample yg dipajang sebagai acuan kelengkapan sepeda.

Jajaran sepeda sample yang dilakukan cek dan penyesuaian komponen.

Siap diantar ke dealer polygon di segala penjuru dunia. Kami juga banyak melihat merk lain, namun tidak diizinkan didokumentasikan. Kami surprise dan bangga, merk ternama di luar juga diproduksi di sini.

Fatique Test, pengujian kekuatan frame pada prototype sepeda. Frame diberikan tekanan pada kekuatan tertentu selama ribuan kali pada durasi dan kecepatan tertentu, nilainya kami tidak diberikan informasi karena rahasia. Beberapa bagian pada frame dilakukan test ini. Jika ada potensi crack, maka frame didesain ulang.

Polygon dengan logo lama, legend!

Di bagian luar pabrik plant 2 terdapat mini bike park yang cocok untuk mengetes sepeda atau sekedar mencari keringat. Oh iya tahun 2017 ini varian baru dari Polygon bakal muncul meramaikan pasar sepeda di Indonesia, jadi stay di Braderian karena akan kami update perkembangannya. Happy weekend Brader!

Photo: Braderian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: