REVIEW: POLYGON STRATTOS S7 2017

Adalah tipe lama yang kembali dibangkitkan Polygon sejak 2016. Di 2017 Polygon menegaskan positioning Strattos pada entry-level roadbike dengan merilis beberapa tipe sekaligus diantaranya Strattos S2, S3, S4, S5, dan S7. Strattos S7 yang paling menarik bagi kami, beruntung kami mendapat kesempatan, berikut review kami:


GENRE 
Polygon menempatkan Strattos S7 pada kategori Road Performance, dimana kategori ini adalah jajaran sepeda dengan mengutamakan “kecepatan”, satu keluarga dengan Helios LT dan A series.
Jika kami bandingkan dengan brand lain, pengkategorian ini sama seperti Giant, yakni Contend Series. Namun Polygon punya pilihan lebih menarik karena S7 bermaterial Carbon! Perbandingan yang lain S7 bisa disetarakan dengan Specialized Tarmac SL4 Sport yang sama-sama dikategorikan sebagai performance bike.

Desain detail! Polygon sangat cermat menempatkan desain yg detail seperti kelas sepeda hi-end

Penjelasan dari Polygon, Strattos memiliki karakter all-rounder bikes. Awalnya kami sempat bingung dengan informasi di website resminya, karena posisinya masuk dalam satu group (family), sedangkan Giant punya struktur family yang lebih jelas. OK-lah, officially S7 didefinisikan sebagai all-round road performance bike, yakni sepeda yang karakternya ditempatkan punya toleran tinggi antara kecepatan, kenyamanan, dan kontrol. Bukan sepeda race, bukan juga endurance, Strattos ditempatkan sebagai karakter di tengahnya.

Kami mengujinya di jalan aspal yang memiliki trek lurus sekitar 1 Km ditambah beberapa tikungan dan jalur putar kira-kira berdiameter 8-10 meter, total sekitar 3,5 Km dalam sekali putaran. Memang tidak terlalu ideal, tapi kami rasa cukup sebagai lokasi uji.


GEOMETRY
Geometry erat kaitannya dengan kemana genre S7 ini ditempatkan. Rider merasa fit dengan ukuran sepeda, sesuai dengan genre-nya Polygon kami anggap berhasil membawa riding position yang sangat toleran untuk posisi “race” namun dengan tetap mempertimbangkan variabel comfort. Secara data, frame dengan size 50 punya perhitungan reach 371 mm, kami anggap ideal untuk upright riding position, bahkan cenderung ideal untuk size orang asia pada umumnya.
Terdapat teori bahwa ukuran segitiga frame yg lebih kecil akan membuat sepeda lebih ringan dan lebih stiff. Tube yang lebih pendek akan menghasilkan stiffness lebih baik. Kami rasa Polygon menerapkan teori ini pada S7. Cek data di sini http://www.polygonbikes.com/…/descr…/2016-strattos-s7-black… headtube length, reach, dan stack relatif lebih kecil dibanding kompetitor globalnya. Kami rasa ini hal yang sangat positif bagi kita ukuran orang asia.
Akselerasi menjadi point yang tidak begitu istimewa bagi kami, jangan berharap brader mendapat benefit yg maksimal untuk race. Cukup agresif, namun kurang maksimal untuk race. Mungkin dengan mengganti wheelset yang lebih kompetitif akan membantu akselerasi brader. Frame sudah cukup mendukung, stiffness-nya dapet, meredam getaran dengan baik, handling juga cukup responsif, S7 punya potensi upgrade yang tinggi! Anda bisa mencari referensi di toko/rodalink (group Polygon) untuk upgrade jika brader menginginkan potensi S7 lebih maksimal. Maaf kami tidak membahas tentang komponen di sini.


DESAIN
Nah! ini yang paling kami suka untuk dibahas. S7 memberikan first impression yang memukau! Permainan decal dan warna kami nilai sangat impresif, karakter polygon sangat kuat di Strattos S7 ini, garis polygonal secara kontras ditegaskan. Kami hanya sedikit terganggu garis lengkung pada top-tube bagian yang dekat dengan head-tube bertuliskan “Strattos”, entahlah terkesan sedikit memaksa. 

Seperti khas sepeda mahal, terdapat bagian detail yang tak luput mendapat sentuhan desain, good job! Overall, Polygon berhasil membuat semua mata terpikat.

Internal cable routing Rapih! tapi sayang, karet pelindung seperti tidak berfungsi maksimal, gampang copot.

S7 punya stiffness yg cukup ideal, meredam getaran sangat baik.


FITUR
S7 memiliki fitur standard yang biasanya dimiliki performance bike, internal cable routing dibuat sangat rapi, namun sayang, karet pelindung kabel terkesan “asal ada” saja karena hampir tidak berfungsi dan mudah copot. Komponen bawaan seperti seatpost, saddle, wheelset, dan cockpit hampir tidak ada yang spesial disana karena tidak ada merk ternama, performa standard aja. Untungnya Polygon memilih Schwalbe lugano tyres yang dikenal berperforma baik, 700x25C dirasa sangat cocok untuk berperforma dan sesuai dengan karakter aspal di Indonesia.

Ban bawaan berukuran 700x25C, kami belum yakin apakah bisa diganti dengan 28C atau tidak karena terlihat clearence cukup lebar. note: kami terburu-buru memasang ban, sehingga terbalik arah tapak ban.

Best entry level carbon bike with Shimano 105

Komponen didominiasi Entity


RANGKUMAN
Di atas kertas, S7 terbaca sangat ideal, Shimano 105 dan frameset yang sangat mumpuni. Penampilan dengan cat black matte finish dipadu warna neon sungguh pilihan kontras yang kece, penampilan ini melebihi ekpektasi sebuah entry-level carbon bike! Di atas pedal, the performance matched the expectation.

Kami akui, desain Strattos S7 ini memukau!

S7 roadbike yang punya performa sepadan dengan harganya. Jika budget brader 16,4 juta, Strattos S7 termasuk best value-for-money bike, dan yang penting lagi S7 punya potensi upgrade yang tinggi, brader bisa “bermain-main” mencangkok komponen lebih agresif di kemudian hari \m/

Baca juga artikel:  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: