FRAMENYA UDAH FULLSUS BELOM OM?

Sobat Braderian pasti sering menjumpai kalimat ini, ada yang bernada “bersahabat” atau malah “nyinyir”. Kali ini Braderian mencoba membahas “Kenapa Fulsus Mahal?”, berikut beberapa alasannya.

TEKNOLOGI
Sepeda jenis ini memang tak bisa dipandang sebelah mata dalam hal teknologi, karena semakin advance sistem suspensinya, maka akan semakin efisien dalam meredam efek “bobbing” atau pantulan rantai ketika suspensi belakang aktif. Pengaplikasian teknologi tersebut tentu memerlukan biaya riset dan pengembangan yang tidak sedikit sehingga “cost” tersebut akan diambil dari harga sepeda yang dijual massal, maka tak heran aka nada banyak varian harga sepeda jenis ini dari yang ramah kantong sampai yang bikin geleng-geleng kepala.
Teknologi ini meliputi bahan frame, model dan bentuk lingkage, dan teknologi tambahan seperti Shape Shifter di merk Canyon yang bisa mengubah geometri sepeda hanya dengan satu shifter, Infinity Switch di merk Yeti yang bisa menahan rearshock agar tak sampai bottom out ketika travel belakang telah “habis”, sampai Ei Shock di merk Lappiere yang mengaplikasikan teknologi elektronik di setup rearshock.

HARDWARE
Piranti yang menempel di frame fulsus akan jauh berbeda dengan frame hardtail, karena banyak bagian-bagian yang menempel dan memang “harus” ada di frame tersebut. Seperti bearing atau bushing, lingkage frame, dan bagian vital yang membuat frame tersebut disebut fulsus yang tak lain adalah rearshock.
Hardware ini pula turut mendongkrak harga jual frame, dari yang seharga beberapa juta sampai yang puluhan juta hanya untuk “seonggok” frame dual suspensi. Dari frame dengan suspensi model pegas sederhana sampai shock dual chamber macam Cane Creek akan menentukan kemampuan (dan harga).
Info untuk sobat Braderian, penggunaan rearshock ternyata juga berpengaruh pada karakter frame. Jika memilih tipe rearshock yang tepat, maka akan bisa “mengeluarkan” karakter riding frame tersebut.

MERK
Kenapa poin ini disebut terakhir? Sebenarnya ini tidak menjadi persoalan berarti ketika memilih frame fulsus, namun anggapan kebanyakan menyebutkan beberapa merk mempengaruhi kualitas (dan harga). Nyatanya hal ini hanya bersifat subyektif, dan malah merk-merk dalam negeri macam Polygon sudah sangat mumpuni dalam dua point yang disebutkan diatas dalam hal frame fulsus. Imej ini bisa dibangun lewat review atau result tim balap pabrikan baik di dalam maupun luar negeri yang akan mendongkrak “nama” dan kualitas.

Sekian dari Braderian semoga menginspirasi sobat Braderian di luar sana agar bisa bijak menentukan pilihan. Karena mahal atau murah itu subyektif. (23)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: