SEPEDA SEBAGAI MITRA PERJUANGAN

Sepeda selain sebagai moda transportasi roda dua masyarakat juga menyimpan nostalgia sejarah bangsa Indonesia. Nostalgia tersebut adalah bagaimana pelaku sejarah menempatkan sepeda (dalam hal ini sepeda onthel) sebagai mitra dalam perjuangan bangsa menuju kemerdekaan.

Sepeda onthel sedikit banyak telah memberi sentuhan dalam deretan kisah perjuangan bangsa ini. Perjalanan sepeda masuk bumi Indonesia memiliki rekam jejak yang panjang jika kita telusuri. Sepeda merupakan produk yang dikenalkan oleh bangsa Belanda di era kolonial, dilanjutkan dengan pendudukan Jepang yang membawa sepeda produk Jepang. Hal ini sebagaimana tergambar dalam roman klasik Anak Semua Bangsa karya begawan sastra Indonesia Pramoedya Ananta Toer. Adapun penggalan tentang sepeda tersebut tercermin dalam kalimat :

“Di depan saya ada…apa itu? Ya Allah, Sang Velocipide, sang sepeda, sang kereta angin !. …Ini yang dinamai kereta angin…kencang, cepat seperti angin,…lari secepat kuda. Tidak perlu rumput. Tidak perlu kandang….lebih nyaman daripada kuda…Kendaraan ini tidak pernah kentut, tidak butuh minum, tidak buang kotoran.”

Nampaknya, cuplikan roman Pram diatas mungkin menjadi alasan bagi para pelaku sejarah dahulu untuk memilih sepeda onthel sebagai mitra perjuangannya. Tidak ribet, dan tidak buang kotoran.

sumber: Indonesiana/Irfantoni Listiyawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: